Proyek mobil listrik tidak akan dikerjakan oleh pemerintah, dananya tidak berasal dari APBN. Pemerintah hanya akan menyiapkan insentif-insentif saja, pengembangan mobil listrik akan diserahkan kepada pihak swasta yang berminat.
"Kami akan mencoba dengan cara yang agak berbeda. Jadi bukan program pemerintah yang akan kami dorong, tetapi inisiatif swasta yang akan kita dorong di depan," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan, saat ditemui detikFinance di Warung Komando, Jakarta, Jumat (26/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita cari apa yang harus dilakukan pemerintah agar program ini menarik buat investor," tutur Putu.
Tetapi, dia menambahkan, proyek mobil listrik ini jangan sampai membuat Indonesia tergantung pada bahan baku dan suku cadang impor. Maka harus didorong juga pembangunan industri pendukung untuk mobil listrik.
"Jangan membuat Indonesia tergantung pada impor. Kita harus punya kemandirian, harus ada industri baterai, motor, yang dasar untuk mobil listrik," paparnya.
Diakuinya, pengembangan mobil listrik amat sulit. Putu sendiri tak begitu yakin proyek mobil listrik sekarang bisa lebih sukses daripada proyek serupa di pemerintahan sebelumnya. "Itu memang susah, kita lihat saja di lapangan," tutupnya. (hns/hns)











































