Saat beroperasi pada akhir Semester I-2016, Eastern O'Green membutuhkan 2.000 tenaga kerja yang mayoritas merupakan tenaga kerja lokal. Pabrik ini berdiri di daerah Karawang, Jawa Barat.
"Kami membutuhkan sedikitnya 2.000 orang tenaga kerja saat beroperasi nanti. Tentunya sebagian besar adalah dari lokal. Kami hanya membawa 200 orang saja yang dari China. Itu pun hanya teknisi saja. Selebihnya orang Indonesia," ujar Direktur Utama PT Vorich Welth Indo, Budi Purnomo di sela acara BKPM Investor Forum di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (29/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahan baku di Indonesia sangat melimpah. Kita nggak perlu impor lagi. Untuk komponen lain, industri penunjangnya juga sudah tersedia," pungkas dia.
PT Eastern O'Green sendiri adalah perusahaan hasil patungan PT Vorich, perusahaan asal Indonesia dengan Shandong O'Green, sebuah perusahaan produsen ban asal China.
Nilai investasi pembangunan pabrik ban ini ditaksir mencapai US$ 501 juta atau setara Rp 6,5 triliun (kurs Rp 13.000/US$). Ditargetkan, pabrik sudah bisa beroperasi dan berproduksi pada pertengahan tahun 2016.
"Pembangunan pabrik sudah selesai. Tinggal menyelesaikan proses pemasukan mesin-mesin dan peralatan produksi saja. Kalau sudah selesai segera bisa produksi," tutur dia.
Beroperasinya Pabrik PT Eastern O'Green ini diharapkan bisa mendorong program pemerintah Indonesia untuk membuka banyak lapangan kerja baru dan mengurangi angka pengangguran serta peningkatan pemanfaatan komponen lokal. (dna/feb)











































