"Produksi juga harus riset. Tidak asal buat habis itu tutup," kata Saleh di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (4/3/2016).
Mobil listrik nasional yang sedang atau akan dikembangkan harus siap produksi, bukan mobil hasil riset.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Saleh, pihaknya sedang membujuk para pelaku industri otomotif untuk mulai mengembangkan mobil listrik. Ia mengakui investasi industri mobil listrik nasional tidak bernilai kecil. Alhasil, infrastruktur hingga regulasi harus disiapkan dengan baik.
"Kita tanya lagi ke investor. Investasinya kan tidak kecil. Untuk investasi di bidang otomotif itu triliunan rupiah. Tidak mungkin untuk bikin satu. Yang penting, ah saya bisa buat satu. Ah, saya bisa produksi mobil. Tapi after sales-nya itu yang tidak murah," sebutnya. (feb/hns)











































