Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 07 Mar 2016 19:37 WIB

Tolong Petani, Pemerintah Ingin Aspal Dicampur Karet

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Harga karet anjlok dalam 4 tahun terakhir. Saat ini, getah sadapan karet hanya di hargai Rp 3.000/kg di tingkat petani.

Menteri Perindustrian, Saleh Husin, mengungkapkan untuk mendongkrak permintaan sekaligus harga karet, pemerintah akan mulai menggunakan getah karet untuk campuran aspal pembuatan jalan.

"Memang ini sementara dihitung dan akan disiapkan juga ketika karet itu dari petani bisa diolah dan dicampur dengan aspal. Ini membutuhkaan waktu. Paling tidak komitmen untuk pembangunan aspal menggunakan karet sudah disepakati. Nanti aspal yang berkaret, artinya ada serapan dari karet ke petani," jelasnya ditemui di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Senin (7/3/2016).

Salih mengungkapkan, selain untuk campuran aspal jalan, getah karet juga dipakai untuk bantalan rel kereta api, trek stadion, bantalan sandaran kapal di pelabuhan, infrastruktur pendukung jalan tol, dan sebagainya.

Dengan peningkatan penggunaan skala masif tersebut, sambung Saleh, akan mendongkrak permintaan karet dalam negeri sehingga ikut memacu industri hilir karet di dalam negeri, apalagi setelah industri hilir karet semakin terbuka untuk asing.

"Kalau permintaan banyak pasti industrinya juga ambil kesempatan. Itu butuh industri untuk mencampurnya. Nanti ada alat khusus lagi yang investasi tidak terlalu mahal," tutupnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com