Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan anggaran research and development mencapai miliaran dolar atau triliunan rupiah. Berbeda dengan RI, alokasi riset mobil listrik masih bernilai miliaran rupiah.
"Dana riset dibandingkan riset lain ada ada apa-apa, mereka bisa miliaran dolar, kita miliaran rupiah," kata Ketua Tim Mobil Listrik Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi kepada detikFinance, Selasa (15/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mestinya hal-hal yang nilai plus didorong minimal difasilitasi," sebutnya.
Untuk ITB, Agus mengaku pihaknya telah melahirkan berbagai varian mobil listrik. Terbaru, ITB akan merancang mobil listrik untuk keperluan transportasi dan kendaraan angkutan barang.
"Kalau kita kembangkan mobil listrik jenis SUV. Kita kembangkan 1 platform dalam 12 varian. Kita juga kembangkan city car dan angkutan perkotaan (mobil listrik)," sebutnya. (feb/drk)











































