"Crumb rubber bisa diatasi ekspornya. misalnya alokasi ekspor kita berapa, kita potong. Jadi industri crumb rubber bisa menyimpan jadi buffer stock selama 6 bulan. Saat ini sudah dikurangi 230 ribu ton ekspor karet," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Srie Agustina di kantornya, Selasa (29/3/2016).
Selain pembatasan ekspor, lanjut Srie, pihaknya akan merealisasikan pilot project pembinaan dan peningkatan kualitas pada petani karet di Sumatera Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Srie, selain masalah over capasity pada industri hilir di dalam negeri, menurunnya harga karet juga terjadi karena kelebihan stok karena dibanjiri pasokan dari China dan Vietnam.
"Masalah karet kan karena over supply di dunia, dan ada negara-negara baru yang produksi karet. Vietnam dan China yang sekarang ikut suplai karet di dunia, jadi kelebihan pasokan di dunia," tuturnya.
Sementara untuk upaya lainnya, seperti penanaman kembali (replanting) akan dilakukan oleh Kementerian Pertanian, serta penyerapan untuk konsumsi dalam negeri akan diupayakan Kementerian Perindustrian.
"Pertama mekanisme pemotongan ekspor. Kedua di hulu dilakukan replanting, maksudnya moratorium dialihkan dari karet ke tanaman lainnya. Ini tugas Kementan, dan penyerapan dalam negeri oleh Kemenperin," ujarnya. (hns/hns)











































