Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 08 Apr 2016 15:05 WIB

Bos PT PAL: RI Butuh 12 Kapal Selam

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: M Aji Surya/detikcom Foto: M Aji Surya/detikcom
Jakarta - Indonesia saat ini baru memiliki 2 unit kapal selam. Jumlah itu akan bertambah dengan kehadiran 3 unit kapal selam militer hasil kerja sama antara PT PAL Indonesia (Persero) bersama galangan kapal asal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME).

Meski akan ada tambahan 3 unit lagi sampai 2020, Indonesia masih membutuhkan tambahan kapal selam untuk mengawasi perairan Indonesia yang terdiri dari belasan ribu pulau.

Direktur Utama PAL, Firmansyah Arifin menyebutkan, setidaknya militer Indonesia memerlukan 10-12 unit kapal selam.

"Idealnya paling tidak lebih 10-12 kapal selam," kata Firmansyah kepada detikFinance, Jumat (8/4/2016).

Firmansyah menyebutkan, ke depannya kebutuhan kapal selam di lingkungan TNI AL bisa dipenuhi dari galangan kapal milik PAL. Kini PAL telah membangun fasilitas pengembangan dan produksi kapal selam di Surabaya, Jawa TImur. Para insinyur PAL juga telah memperoleh pengalaman memproduksi kapal selam usai mengikuti program Transfer of Technology dari DSME.

Untuk produksi di Surabaya, PAL juga akan menggandeng industri komponen kapal militer lokal.

"Kita mau buka peluang industri perkapalan di Indonesia yang berorientasi militer. Pada suatu waktu akan lahir kapal local content sangat besar. Sekarang masih dikit karena kita baru andil kirim SDM (ke Korsel)," sebutnya.

Selain membangun kapal selam, PAL juga mempersiapkan fasilitas perawatannya. Selama ini, perawatan kapal selam dilakukan di luar negeri. Biaya perawatan kapal selam pun tidak sedikit, bahkan ada yang bertarif US$ 50 juta untuk perawatan 1 kapal.

"Ada fasilitas PAL sehingga perawatan ke depan bisa dilakukan di Indonesia sehingga bisa penghematan devisa," ujarnya. (feb/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed