Pemerintah akan Terbitkan Paket Deregulasi Industri Manufaktur

Pemerintah akan Terbitkan Paket Deregulasi Industri Manufaktur

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 11 Apr 2016 19:48 WIB
Pemerintah akan Terbitkan Paket Deregulasi Industri Manufaktur
Foto: Maikel Jefriando-detikFinance
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengungkapkan, tidak berkembangnya industri manufaktur di masa lalu terjadi karena kondisi infrastruktur yang kurang baik. Pengalaman itu pula, yang membuat pemerintahan sekarang sangat fokus pada percepatan infrastruktur.

"Sebetulnya dari dulu alasan kita untuk tidak bisa mengembangkan industri manufaktur, adalah karena infrastrukturnya belum baik. Sekarang ini infrastrukturnya mulai membaik, walaupun belum selesai. Masih sedang dalam proses pembangunan," kata Darmin ditemui usai acara Sinergi Aksi untuk Ekonomi Kerakyatan di Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/4/2016).

Menurut mantan Dirjen Pajak ini, pengembangan industri manufaktur mutlak diperlukan infrastruktur yang memadai. Tanpa itu, biaya logistik yang memberatkan sektor manufaktur akan selalu tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebetulnya pada saat mulai dibangun, kita sudah harus siap-siap untuk mengembangkan industri manufaktur. Kalau anda tanya berapa lama itu, sekarang ini kan pertumbuhan sektor industri manufaktur itu tidak lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi kita secara keseluruhan. Itu harus lebih tinggi, supaya peranannya naik," jelas Darmin.

Dia melanjutkan, pemerintah akan segera menerbitkan paket deregulasi untuk percepatan industri manufaktur. Regulasi dan insentif di dalam paket kebijakan ekonomi akan jadi stimulus baru bagi sektor manufaktur setelah infrastruktur semakin baik.

"Paket itu memang dari awal sudah dirancang untuk membangun itu. Walaupun jangan kemudian menganggap begitu paket itu ada, kemudian orang akan investasi. Jangan lupa, ekonomi dunia ini tidak normal. Perdagangan dunia sedang turun terus. Sehingga orang untuk investasi juga ragu. Bukan karena ekonomi kita. Tapi karena ekonomi dunia melambat, dan ekspornya malah turun terus. Siapa mau investasi kalau dia nggak yakin ada pasarnya," ujar Darmin.

Kendati ekonomi dunia tengah lesu, sambungnya, bukan berarti upaya membangun industri manufaktur masih akan jalan di tempat.

"Nanti paling-paling kita mengandalkan pasar dalam negeri. Tapi untuk bisa berkembang cepat, industri manufaktur itu harus dikaitkan dengan pasar internasional juga," tutup Darmin. (drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads