Celengan sawit yang tersebut didapatkan dari ekspor sawit dan produk olahan sawit lainnya yang mencapai 7,42 juta ton pada triwulan pertama 2016. Capaian tersebut telah menyumbang 30% target celengan sawit di tahun ini.
"Dengan ekspor 7,42 juta ton Januari sampai Maret dana pungutan yang berhasil dikumpulkan Rp 2,8 triliun atau 30,07% dari target 2016," terang Direktur Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, Bayu Krisnamurthi, di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (18/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Target 2016 Rp 9,5 triliun. Sehingga kalau dilihat dari total anggaran kita, angka ini masih sesuai dengan rencana," ujar Bayu.
Jumlah ekspor sawit dalam triwulan pertama pun beragam, tidak hanya dari produk mentah saja namun juga berasal dari berbagai produk turunan sawit.
"Dari jumlah itu yang bebentuk produk medium, artinya intermediate industry olahan lebih lanjut dari CPO (Crude Palm Oil) telah mencapai 87,2%," tutur Bayu.
Belakangan ini, produk olahan sawit di Indonesia sudah mengalami kemajuan yang cukup berarti. Produk olahan sawit telah mengalami peningkatan ke produk siap pakai.
"Jadi intermediate product lebih hilir dari CPO atau 6,47 juta ton adalah intermediate product lebih hilir dari CPO. Proses hilirisasi sawit di Indonesia telah berjalan. Kebijakan memberikan pungutan lebih tinggi," pungkas Bayu. (ang/ang)











































