Heli yang diproduksi oleh Airbus Helicopter ini selanjutnya akan dirakit dan ditambahkan dengan sistem persenjataan oleh PTDI. Kemudian, PTDI akan melakukan proses pemasangan torpedo dan sonar varian terbaru yang disesuaikan kebutuhan TNI AL.
Lantas apa alasan TNI AL menunjuk PTDI terlibat dalam perancangan dan perakitan heli pemburu kapal selam?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas itu kajian seperti saya sampaikan, bangun kekuatan itu memperhatikan lingkungan strategis. PTDI itu semangat kita harus ada ToT, terus datangnya (Heli Panther) nggak datang dalam bentuk utuh. Nanti ada local content masuk maka kita memperhatikan industri dalam negeri supaya ada ToT," kata Kadispen TNI AL, Laksamana Pertama, Edi Sucipto, kepada detikFinance, Senin (18/4/2016).
Edi menjelaskan, pengadaan heli pemburu kapal selam dinilai sangat perlu dan telah melalui kajian mendalam. Negara tetangga, lanjut Edi, juga telah memiliki heli anti kapal selam meskipun dalam varian berbeda.
"Tetangga sudah punya (heli anti kapal selam) tapi jenis berbeda," sebutnya.
Tambah Edi, heli ini nantinya akanΒ berpasangan dengan kapal perang khususnya kapal dengan teknologi anti kapal selam. Heli akan ditempatkan pada deck atau helipad di setiap kapal perang milik TNI AL. Kehadiran Heli Panther, bisa meningkatkan area perburuan kapal selam.
"Heli nggak bergerak sendiri. Itu satu paket. Ini kepanjangan mata dan telinga kapal," sebutnya.
Dengan kehadiran heli anti kapal selam karya PTDI dan Airbus Helicopter ini, efek pertahanan laut Indonesia semakin kuat.
"Efek makin tinggi dengan dipaketkan satu kemampuan heli dan kapal anti kapal selam," sebutnya. (feb/wdl)











































