Program pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai tanaman sawit dan produk olahan sawit lainnya. Program pelatihan untuk para siswa SMK ini berlangsung selama semester pertama 2016.
"Selama Januari sampai Juni, kami menyelenggarakan 9 kelas untuk 270 siswa dari 12 provinsi di Indonesia," jelas Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Bayu Krisnamurthi di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (18/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program pelatihan yang diberikan oleh BPDP tidak dipungut biaya karena berbentuk beasiswa selama satu tahun penuh dengan persyaratan anak petani sawit atau lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
"Pelatihan selama satu tahun untuk mandor dengan kualifikasi anak petani sawit atau lulusan SMK," ujar Bayu.
Selain itu, lanjut Bayu, pemberian pelatihan juga ditujukan kepada para petani sawit selama 5 hari penuh. Dalam pelatihan yang membahas mengenai pengolahan dan pemberdayaan perkebunan sawit juga turut melibatkan asosiasi petani sawit setempat.
"Kemudian kita juga menyelenggarakan 110 kelas. Satu kelas 40 petani total 4500 petani. Produktivitas, susatainability ini berkerja sama dengan asosiasi petani," pungkas Bayu. (hns/hns)











































