Gubernur Prefektur Wakayama, Yoshinobu Nisaka mengatakan, produk bahan baku yang paling dicari industri di wilayahnya saat ini adalah minyak sawit atau crude palm oil (CPO) dan tempurung kelapa.
"Di Wakayama ada banyak perusahaan besar. Seperti Kao yang produksi produk rumah tangga. Mereka membutuhkan banyak CPO, saya yakin CPO yang dipakai di kita itu asalnya dari Indonesia," katanya ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (19/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga punya perusahaan yang menggunakan bahan baku tempurung kelapa. Ini bisa dari Indonesia, memang ini belum jadi proyek besar, tapi saya kira akan terjadi ke depan. Suatu saat perusahaan di Wakayama butuh bahan baku dari Indonesia," tutup Yoshinobu.
Sebagai informasi, Kementerian Perdagangan mencatat, total nilai perdagangan Indonesia dan Jepang pada Januari-Februari 2016 telah mencapai US$ 4,68 miliar atau turun 19,48% dibanding periode yang sama tahun 2015.
Dari total perdagangan itu, nilai ekspor non migas Indonesia ke Jepang tercatat sebesar US$ 2,16 miliar. Sementara, nilai impor non migas Indonesia dari Jepang sebesar US$ 1,93 miliar. Dengan demikian, ada surplus perdagangan sekitar US$ 230 juta. (hns/hns)











































