Pada data di 2013 lalu, perdagangan barang 'KW' dunia memiliki porsi 2,5% dari total nilai perdagangan dunia. Naik dari 2008 yang porsinya 1,9%. Nilai perdagangan barang 'KW' ini sama dengan ukuran ekonomi Austria.
Dilansir dari CNN, Kamis (21/4/2016), merek-merek yang paling banyak dipalsukan adalah Rolex, Nike, Ray Ban, dan Louis Vuitton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
OECD menempatkan China sebagai tempat pembuat dan penjual barang palsu terbesar di dunia. Impor barang palsu di Uni Eropa memiliki porsi 5% dari total impor di kawasan tersebut.
Meski membeli dompet palsu atau film bajakan sepertinya tidak menimbulkan dampak buruk, namun laporan ini memperingatkan bahwa ada ancaman ekonomi yang signifikan dari sisi inovasi dan pertumbuhan ekonomi. (wdl/ang)











































