RI Ekspor Kelapa 640 Ribu Ton, Paling Banyak ke Belanda dan China

RI Ekspor Kelapa 640 Ribu Ton, Paling Banyak ke Belanda dan China

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 21 Apr 2016 17:42 WIB
RI Ekspor Kelapa 640 Ribu Ton, Paling Banyak ke Belanda dan China
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Ekspor kelapa mentah ke negara lain menjadi alasan lesunya industri pengolahan dalam beberapa waktu terakhir. Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) mulai mengeluhkan persoalan ini kepada pemerintah.

Dalam catatan Kementerian Perdagangan (Kemendag) total ekspor kelapa pada 2015 adalah 1,7 juta ton atau setara dengan US$ 1,1 miliar. Untuk jenis kelapa mentah yang diekspor mencapai 640.962,1 ton atau senilai dengan US$ 250,5 juta. Sisanya adalah jenis olahan.

Negara tujuan ekspor kelapa terbesar adalah Belanda dan China. Kedua negara tersebut masing-masing mengambil porsi 18% dari total nilai. Selanjutnya adalah Amerika Serikat dan Malaysia dengan porsi masing-masing 14%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Paling besar ekspor adalah ke Belanda," kata Nurlaila, Direktur Ekspor Pertanian dan Kehutanan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam diskusi di Menara KADIN, Jakarta, Kamis (21/4/2016).

Negara lainnya adalah Singapura, Korea Selatan, Rusia, India, Thailand, Banglades, Jerman serta Italia. Porsi ekspor ke beberapa negara tersebut memang tidak besar. Akan tetapi ekspor rutin dilakukan setiap tahunnya.

Kemendag beberapa waktu lalu juga sempat mengunjungi perkebunan kelapa di Lampung dan Riau. Dari kunjungan tersebut didapatkan bahwa ekspor kelapa mentah ditujukan ke negara Thailand dan Malaysia.

"Kalau di Lampung itu ke Thailand dan Riau itu ke Malaysia untuk jenis kelapa bulat (mentah)," imbuhnya.

Kemendag juga mencatat daerah terbesar yang mengekspor kelapa. Paling besar yaitu Sulawesi Utara dengan porsi 43% dari nilai ekspor selama 2015. Selanjutnya Sumatera Utara dan Jawa Timur dengan porsi masing-masing 12% serta Riau 11%.

Daerah lainnya adalah Jambi, DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, Kepulauan Riau dan Maluku Utara. (mkl/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads