Direktur Utama Semen Indonesia, Suparni mengungkapkan, pabrik tersebut akan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak minimal 300 orang, dan ribuan tenaga kerja dari pekerjaan tak langsung. Pihaknya akan memprioritaskan pekerja lokal pasca beroperasinya pabrik.
"Prioritas (lokal). Di Rembang sekitar 300 orang yang langsung. Tenaga pendukung bisa 1.000-an orang. Yang pasok, kontraktor, dan sebagainya ribuan lagi. Jadi akan ada efek domino ekonomi yang sangat besar sekali," kata Suparni ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (22/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhir tahun masih sedikit kan baru comissioning. Tahun 2017 baru bisa produksi secara komersial," ujarnya.
Terkait masih banyaknya penolakan masyarakat sekitar, pihaknya menganggapnya sebagai hal yang biasa terjadi pada pembangunan pabrik semen baru.
"Pabrik semen Rembang, saya sampaikan bahwa yang pro yah banyak, yang kontra juga banyak. Yang bekerja di Proyek itu ada 3.000-an orang, dengan 40-50% pekerjanya dari Rembang dan selebihnya dari daerah lain di Jawa Tengah. Yang kontra yah ada," jelas Suparni. (feb/feb)










































