"Pabrik ini untuk yang produksinya saja kita serap 172 tenaga kerja lokal," ungkap General Manager TV Factory Sharp, Johnny Sudirman di pabrik TV LED Sharp, Karawang, Jawa Barat, Rabu (18/5/2016).
Saat ini Sharp menargetkan memproduksi 700 ribu unit pada tahun ini, sedangkan pada tahun depan akan menambah kapasitas produksi menjadi 1 juta unit. Dengan begitu, akan ada penambahan tenaga kerja yang terserap sekitar 80 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini pasar lokal masih menyukai TV berukuran di bawah 32 inch. Sementara itu menurut Menteri Perindustrian Saleh Husin, untuk TV berukuran layar besar Indonesia masih mengimpor dari luar negeri.
"Ada (impor). Layar-layar besar masih impor kan ada yang 90 inch. Kita masih impor," kata Saleh.
Namun ia tidak menyebutkan secara impor tersebut berasal dari negara mana saja.
"Macam-macam (negaranya). Tergantung mereknya, nanti check," tuturnya.
Pabrik Sharp di Karawang ini merupakan perluasan dari pabrik sebelumnya di kawasan Pulo Gadung. Pabrik ini berdiri di atas lahan seluas 11 ribu m persegi khusus dibangun untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia akan LED TV yang permintaanya terus meningkat sebagai peralihan dari TV tabung. (hns/hns)











































