Menurut Josef, penawaran ini sejalan dengan rencana besar Pemerintah Indonesia untuk membangun pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW.
"Indonesia sangat gencar dalam pembangunan infrastruktur saat ini, dan kami melihat keseriusan tersebut. Rencana besar kami, kami bisa berkontribusi pada pembangunan tersebut di Indonesia," ujar Josef Winter yang saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur Siemens Indonesia, di Kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (18/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siemens sendiri, kata dia, akan terus mengembangkan kualitas dan kapasitas produksi pabrik-pabrik tersebut agar memiliki standar yang sama dengan pabrik Siemens lain yang mengacu pada standar internasional.
Langkah ini sejalan dengan nota kesepahaman yang telah ditandatangani Pemerintah Indonesia selama kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke sejumlah negara di Eropa beberapa waktu lalu.
"Kami telah menandatangani 2 MOU di Berlin. Pertama untuk supply mobile equipment (peralatan yang bisa dipindah-pindah) di remote area (wilayah terpencil) dan transfer teknologi local content 75%. Kami berkomitmen, fokus ke edukasi. Kami ingin memastikan, kualitas pabrik di Indonesia sama seperti pabrik kami yang lain," kata dia.
Bahkan ia mengatakan, pabrik turbin milik Siemens di Cilegon sangat berpotensi melayani pasar ekspor bila bisa dikembangkan lebih lanjut.
"Kita bisa bilang Cilegon sangat kompetitif. Dibandingkan dengan pabrik kami di Eastern Europe and India. Ini good market juga," pungkas dia. (dna/hns)











































