Bertemu Menperin, Siemens Sampaikan Minat Ikut Terlibat di Proyek 35.000 MW

Bertemu Menperin, Siemens Sampaikan Minat Ikut Terlibat di Proyek 35.000 MW

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 18 Mei 2016 18:04 WIB
Bertemu Menperin, Siemens Sampaikan Minat Ikut Terlibat di Proyek 35.000 MW
Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - Menteri Perindustrian Saleh Husin menerima delegasi Menteri Ekonomi dan Energi Jerman, Uwe Beckmeyer dan rombongan pengusaha asal Jerman. Dalam pertemuan itu, Salah satu pengusaha mewakili Siemens AG, Josef Winter, menawarkan perluasan investasi pembangkit listrik di Indonesia.

Menurut Josef, penawaran ini sejalan dengan rencana besar Pemerintah Indonesia untuk membangun pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW.

"Indonesia sangat gencar dalam pembangunan infrastruktur saat ini, dan kami melihat keseriusan tersebut. Rencana besar kami, kami bisa berkontribusi pada pembangunan tersebut di Indonesia," ujar Josef Winter yang saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur Siemens Indonesia, di Kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (18/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, menurut Josef, Siemens sudah memiliki 3 pabrik di Indonesia salah satunya yang berlokasi di Cilegon. Pabrik ini memproduksi turbin sebagai komponen utama pembangkit listrik.

Siemens sendiri, kata dia, akan terus mengembangkan kualitas dan kapasitas produksi pabrik-pabrik tersebut agar memiliki standar yang sama dengan pabrik Siemens lain yang mengacu pada standar internasional.

Langkah ini sejalan dengan nota kesepahaman yang telah ditandatangani Pemerintah Indonesia selama kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke sejumlah negara di Eropa beberapa waktu lalu.

"Kami telah menandatangani 2 MOU di Berlin. Pertama untuk supply mobile equipment (peralatan yang bisa dipindah-pindah) di remote area (wilayah terpencil) dan transfer teknologi local content 75%. Kami berkomitmen, fokus ke edukasi. Kami ingin memastikan, kualitas pabrik di Indonesia sama seperti pabrik kami yang lain," kata dia.

Bahkan ia mengatakan, pabrik turbin milik Siemens di Cilegon sangat berpotensi melayani pasar ekspor bila bisa dikembangkan lebih lanjut.

"Kita bisa bilang Cilegon sangat kompetitif. Dibandingkan dengan pabrik kami di Eastern Europe and India. Ini good market juga," pungkas dia. (dna/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads