RI Ekspor Batik Rp 2,1 T, Waspadai Persaingan dengan Malaysia dan China

Updated

RI Ekspor Batik Rp 2,1 T, Waspadai Persaingan dengan Malaysia dan China

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jumat, 20 Mei 2016 15:55 WIB
RI Ekspor Batik Rp 2,1 T, Waspadai Persaingan dengan Malaysia dan China
Foto: Istimewa
Jakarta - Sepanjang 2015 lalu, nilai ekspor batik yang dilakukan Indonesia mencapai US$ 156 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun, naik 10% dari tahun sebelumnya. Batik makin memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Kementerian Perindustrian meralat data ekspor sebelumnya, yang menyatakan ekspor batik Indonesia US$ 3,1 miliar atau Rp 41 triliun di 2015 lalu, naik 6,3% dari tahun sebelumnya.

Menteri Perindustrian, Saleh Husin, mengatakan, pasar utama ekspor batik Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Batik adalah produk budaya Indonesia yang bernilai seni sekaligus ekonomi tinggi. Bagaimana caranya berkontribusi industri batik? Cara yang mudah dan konkret, dengan kita memakai dan membeli batik Indonesia sama juga turut menghidupkan para pembatik skala kecil, menengah hingga besar," kata Saleh dalam keterangan saat peresmian Pesona Batik Pesisir Utara Jawa Barat yang digelar oleh Yayasan Batik Jawa Barat di Jakarta, Kamis (19/5/2016).

Saleh mengaku sangat mengapresiasi pelaku usaha dari pembatik hingga desainer yang terus berkarya memproduksi batik sehingga menjadi bagian ekonomi kreatif. Motif-motif tradisional pun giat diangkat dan yang kontemporer juga diciptakan.

"Saya perhatikan, setiap daerah memiliki batik khas masing-masing dan makin ke sini motif dan potongan bajunya semakin menarik. Ini yang membuat anak-anak muda semakin bangga memakai batik," ujarnya.

Batik Indonesia mendapatkan pengakuan dunia. Pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO mengukuhkan batik sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity asal Indonesia.

"Saat ini yang perlu kita waspadai adalah persaingan dengan Malaysia, China, dan Singapura yang juga telah memproduksi batik. Selain memperkuat produksi dan mengembangkan dari sisi industri, pilihan kita membeli batik Indonesia merupakan langkah konkret dan riil turut memenangi persaingan dengan batik luar negeri," kata Menperin. (wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads