Gubernur Jatim, Produsen, dan Distributor Sepakat Turunkan Harga Gula

Gubernur Jatim, Produsen, dan Distributor Sepakat Turunkan Harga Gula

Rois Jajeli - detikFinance
Rabu, 25 Mei 2016 22:51 WIB
Gubernur Jatim, Produsen, dan Distributor Sepakat Turunkan Harga Gula
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo bersama produsen gula dari PTPN X dan XI, RNI serta distributor gula, sepakat menurunkan harga gula sesuai instruksi Presiden Jokowi di bawah harga Rp 12 ribu.

Gubernur mengatakan, PTPN X dan PTPN XI serta Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sudah melakukan kajian, agar dilakukan efisiensi sehinga harga gula yang dipasaran sekarang ini Rp 16-17 ribu bisa ditekan menjadi Rp 12 ribu, sesuai permintaan Presiden Joko Widodo.

"PTPN X, XI dan RNI sudah melakukan kajian luar biasa dan akhirnya rumusan sudah diteken oleh Pangdam (V Brawijaya) dan pak Kapolda, bagaimana terus dikejar untuk efisiensi," kata Soekarwo usai pertemuan dengan PTPN X, XI, RNI, Distributor Gula, Pangdam V Brawijaya di gedung negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Rabu (25/5/2016) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita akan berupaya sepenuhnya, bagaimana permintaan Bapak Presiden bahwa harga Rp 12 ribu, bahkan kalau bisa di bawah lagi harganya. Ini dilakukan efisiensi yang luar biasa," tambah gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo.

Soekarwo mengatakan, mencari keuntungan adalah yang wajar. Sumbangan dari perusahaan dan pengusaha yang luar biasa untuk tidak mencari keuntungan terlalu besar.

"Saya kira ini keinginan bersama, kesepakatan bersama yang luar biasa," terangnya.

Direktur Utama PTPN X Subiyono menambahkan, efisiensi yang dilakukan sesuai kesepakatan bersama di antaranya, menekan HPP dari Rp 8 ribu menjadi Rp 6,700 sampai Rp 7 ribu. Sehingga harga gula sampai di end user mencapai sekitar Rp 11.750 per kilogram (kg).

"Pedagang juga sepakat. Dalam rangka berfikir stabilisasi harga dan konsumen, maka kesepakatan bersama untuk jalur distribusi bisa diefisienkan sehingga harga kurang lebih Rp 11.750," terangnya.

Piko, salah satu distributor gula di Jawa timur menambahkan, efisiensi dilakukan dengan distribusi langsung ke masyarakat melalui operasi pasar. "Kami sudah bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk menggelar operasi pasar serentak," jelasnya.

(roi/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads