Gubernur mengatakan, PTPN X dan PTPN XI serta Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sudah melakukan kajian, agar dilakukan efisiensi sehinga harga gula yang dipasaran sekarang ini Rp 16-17 ribu bisa ditekan menjadi Rp 12 ribu, sesuai permintaan Presiden Joko Widodo.
"PTPN X, XI dan RNI sudah melakukan kajian luar biasa dan akhirnya rumusan sudah diteken oleh Pangdam (V Brawijaya) dan pak Kapolda, bagaimana terus dikejar untuk efisiensi," kata Soekarwo usai pertemuan dengan PTPN X, XI, RNI, Distributor Gula, Pangdam V Brawijaya di gedung negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Rabu (25/5/2016) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soekarwo mengatakan, mencari keuntungan adalah yang wajar. Sumbangan dari perusahaan dan pengusaha yang luar biasa untuk tidak mencari keuntungan terlalu besar.
"Saya kira ini keinginan bersama, kesepakatan bersama yang luar biasa," terangnya.
Direktur Utama PTPN X Subiyono menambahkan, efisiensi yang dilakukan sesuai kesepakatan bersama di antaranya, menekan HPP dari Rp 8 ribu menjadi Rp 6,700 sampai Rp 7 ribu. Sehingga harga gula sampai di end user mencapai sekitar Rp 11.750 per kilogram (kg).
"Pedagang juga sepakat. Dalam rangka berfikir stabilisasi harga dan konsumen, maka kesepakatan bersama untuk jalur distribusi bisa diefisienkan sehingga harga kurang lebih Rp 11.750," terangnya.
Piko, salah satu distributor gula di Jawa timur menambahkan, efisiensi dilakukan dengan distribusi langsung ke masyarakat melalui operasi pasar. "Kami sudah bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk menggelar operasi pasar serentak," jelasnya.
(roi/ang)











































