Kepala ITPC Milan, Agung Pramudya FR, pekan lalu meluncurkan promosi potensi Indonesia di Piazza Cairoli-Castelo Milano.
Peresmian promosi dipimpin langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Italia, Cyprus, Malta dan organisasi PBB, H.E. August Parengkuan dan dihadiri oleh Konsul Kehormatan Italia untuk Indonesia Jaccopo Fusaia, Inspektorat Kementrian Perdagangan, kepala ITPC Milan, Atase Pertanian Yusral Tahir, Atase Perdagangan Sumber Sidabutar, serta perwakilan masyarakat diaspora Indonesia yang bermukim di Milan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung mengatakan, masyarakat Italia dan kalangan pebisnis Italia belum begitu familiar dengan Indonesia, oleh karena itu, Indonesia perlu terus meningkatkan usaha promosi di Italia.
Ia menambahkan, pihaknya fokus dan berkomitmen penuh dalam melaksanakan promosi intensif dan terintegrasi dengan memasang poster di stasiun-stasiun Metropolitan yang strategis di kota Milan serta pada badan bus sepanjang 18 meter yang melewati kawasan penting seperti Castelo Sforzesco, Museo del Design, Triennale, Stasiun Cadorna, Turati yang merupakan kawasan konsulat dan kedutaan negara asing, kantor imigrasi, dan stasiun Moscova.
Sementara itu, August mengatakan KBRI terus bekerja sama dengan ITPC Milan dalam usaha memperkenalkan Indonesia pada pebisnis Italia, bukan sekedar pada tataran impor tapi juga menarik mereka untuk menjadi investor.
"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari promosi yang dilakukan sejak Expo Milan 2015 dan dengan beberapa kegiatan forum bisnis di Italia, sudah terjadi beberapa kunjungan pengusaha Italia ke Indonesia terutama semenjak Presiden Italia Mattarela melakukan kunjungan ke Indonesia pada November 2015 yang lalu," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (30/5/2016).
Dok. ITPC Milan |
Sementara itu berkaitan dengan desain promosi pada media trem tersebut, Agung memaparkan, Italia sangat lekat dengan budaya minum kopi dan Indonesia memiliki produk kopi unggulan, maka dalam kampanye kali ini, Indonesia mengangkat produk unggulan kopi pada tram dengan slogan "Noi e il caffè siamo due anime inseparabilli. Il suo aroma e il rituale che ci sveglia ogni mattina" (Kami dan kopi adalah dua jiwa yang tak terpisahkan. Aroma dan ritualnya lah yang membangunkan kami setiap pagi).
Foto yang tampil pada badan trem antara lain gambar tangan SDM Indonesia yang sedang memegang biji kopi yang berada di pohon, menunjukan bahwa SDM di Indonesia mampu menanam dan merawat pohon kopi serta menghasilkan produk kopi yang berkualitas.
Gambar tangan yang mengangkat biji kopi segar mempertimbangkan proses penuaian dan pemilihan biji kopi untuk menghasilkan produk yang bermutu, gambar biji kopi yang telah diproses dan siap dikonsumsi serta dekorasi batik elegan berwarna emas melambangkan kebanggaan Indonesia pada warisan intangible asli Indonesia yang dapat divariasikan dan diaplikasikan dalam berbagai produk. Sementara itu di dalam trem terdapat foto bertema palm oil untuk keperluan energi hijau.
Dok. ITPC Milan |
Atase Pertanian, Yusral Tahir, dalam kesempatan tersebut memaparkan Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-3 dunia setelah Brasil dan Vietnam. Nilai total ekspor kopi Indonesia ke pasar internasional saat ini mencapai 12.317 ton meningkat kurang lebih 7,9% (ICO 2016).
Melihat budaya masyarakat Italia sebagai peminum kopi yang cukup selektif, dengan tingkat konsumsi mencapai 5,8 kg/orang, peluang pasar kopi Indonesia cenderung akan meningkat namun kualitas kopi Indonesia harus terus ditingkatkan, karena lebih dari 90% produksi kopi Indonesia dihasilkan oleh perkebunan rakyat sehingga peran pemerintah sangat diharapkan dalam rangka meningkatkan mutu kopi Indonesia.
Saat ini kopi Indonesia dalam bentuk green bean mengisi pasar ItalIa sebesar kurang lebih 5,8% dari 529.000 ton total kebutuhan Italia.
Selain kopi produk unggulan Indonesia lainnya bagi pasar Italia adalah minyak sawit, coklat, buah tropis dan rempah-rempah. Perlu dicatat pada bulan Oktober tahun 2016 ada dua pameran besar di Italia terkait komoditas coklat dan kopi.
Eurochocolate Festival 2016 tanggal 14-23 Oktober 2016 di Perugia merupakan pameran coklat internasional yang dihadiri lebih dari satu juta pengunjung serta 130 perusahaan coklat terkenal dunia, pihak panitia mengharapkan Indonesia menjadi guest country pada festival coklat tersebut, Bapak Duta Besar telah menyampaikan surat undangan kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Sumatera Barat untuk dapat hadir pada pameran tersebut guna mempromosikan coklat Indonesia di pasar internasional.
Sementara itu pameran dua tahunan Triestespresso Expo ke-8 pada tanggal 20-22 Oktober 2016 dapat dimanfaatkan dalam rangka terus memperkenalkan dan meningkatkan volume impor kopi Indonesia ke Italia.
Terkait dengan minyak sawit Indonesia, saat ini impor minyak sawit Indonesia ke Italia mencapai 2 juta ton, dan akan terus meningkat dengan adanya program green energy di mana Italia akan memanfaatkan minyak sawit sebagai bahan bakar beberapa pembangkit listrik di seluruh negeri.
Melihat tren kebutuhan minyak sawit Indonesia di pasar Italia, Presiden Direktur Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) bersama Ketua Dewan Pengawas BPDP telah berkunjung ke Italia guna menjajagi pembukaan pelabuhan penampung alternatif minyak sawit Indonesia setelah Rotterdam, Belanda guna mamasok kebutuhan pasar Italia dan Eropa Timur.
Komoditas rempah-rempah dan buah tropis Indonesia masih memerlukan promosi yang intensif mengingat masyarakat Italia belum begitu mengenal Indonesia sebagai negara produsen rempah-rempah dan buah tropis seperti Thailand dan Vietnam.
Beberapa buah tropis unggulan yang dapat dipasarkan di Italia adalah manggis, mangga, salak dan buah naga, sementara untuk rempah-rempah dapat diperkenalkan lada, pala, cengkeh, kayu manis, dan gambir.
Ia mengatakan promosi produk rempah sangat penting mengingat selama ini pasar internasional rempah-rempah asal Indonesia di pasar Eropa didominasi oleh importir Belanda.
Dok. ITPC Milan |
"Kita ingin mencoba membuka relasi langsung ke Italia tanpa melalui perantara bisnis di Belanda dan diharapkan bisa terjadi pemangkasan biaya hingga 20%, maka dengan demikian akan terjadi keadilan antara kita sebagai negara produsen dan juga konsumen di Italia dan kawasan Eropa Timur," tuturnya.
Indonesia juga berpeluang untuk meningkatkan kerja sama pada sektor peternakan, salah satunya dikenal dengan kerbau perah dan produk Mozarella de Buffala, produk makanan yang diolah dari susu kerbau dengan pasar ekspor yang masih cukup menjanjikan.
Mengingat Indonesia merupakan daerah yang secara geografis dapat mengembangkan peternakan kerbau perah maka peluang kerja sama peningkatan genetik dan alih teknologi pengembangan kerbau asal Indonesia merupakan peluang kerja sama yang cukup potensi guna meningkatkan ketersediaan susu/protein hewani dan kebutuhan daging Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Konsulat Kehormatan Jacopo A. Fusaia juga menyampaikan apresiasi positif terhadap aktivitas promosi yang mulai gencar dilaksanakan oleh Indonesia.
"Kegiatan Expo 2015 membuka mata kedua negara tentang betapa minimnya relasi di antara kedua negara mengingat betapa besarnya potensi yang dimiliki oleh keduanya. Oleh karena itu, usaha promosi seperti ini menjadi tonggak yang penting sebagai awal dari terbukanya komitmen bisnis yang lebih riil bagi kedua negara," ujarnya.
Ia menambahkan pihaknya mendapat banyak permintaan dari kedua pihak dalam menjalin kerja sama terutama pada bidang industri pengolahan makanan, tekstil, bahan kimia dan kostum pernikahan.
Ia mengakui Indonesia dan Italia sama-sama memiliki masalah dalam rumitnya birokrasi di kedua belah pihak. Oleh karena itu menurutnya Indonesia dan Italia memang harus mengambil langkah maju, untuk dapat mengatasi masalah birokrasi yang kerap membuat pengusaha menjadi kehilangan gairah. (ang/hns)












































Dok. ITPC Milan
Dok. ITPC Milan
Dok. ITPC Milan