Salah satu hal yang mendapat perhatian khusus dari Sudirman adalah teknologi mobil listrik yang sedang 'happening', semakin murah dan perkembangannya jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM, Sujatmiko, yang ikut mendampingi Sudirman Said, menceritakan bahwa mobil listrik sudah sangat berkembang dan banyak digunakan di Amerika Serikat (AS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat cepatnya perkembangan teknologi mobil listrik yang suatu saat bakal menggantikan mobil berbahan bakar minyak, maka Indonesia pun perlu segera mempersiapkan diri.
Kementerian ESDM berpendapat, bahwa perlu sinergi antar kementerian agar Indonesia tak ketinggalan ketika mobil listrik sudah semakin masif. Penguasaan teknologi mobil listrik dan industrinya perlu didorong oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin), sementara Kementerian ESDM ikut menyiapkan infrastruktur untuk mobil listrik, yaitu pasokan listriknya.
"Begitu mobil listrik sudah jadi kebutuhan masif, kebutuhan infrastrukturnya harus dipenuhi. Kalau pasokan listrik, dari kami (yang menyiapkan)," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM, Sujatmiko, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/6/2016).
Sementara untuk fasilitas stasiun pengisian listrik alias 'SPBU listrik', harus dibicarakan bersama dahulu apakah disiapkan juga oleh ESDM, PLN, atau menjadi tugas Kemenperin.
Infrastruktur-infrastruktur untuk mobil listrik terutama akan dibangun dulu di kota-kota besar yang daya mampu listriknya sudah aman, sudah tidak kekurangan listrik.
"Pasti nanti di kota-kota besar dulu yang nature-nya daya mampu listriknya sudah cukup," tutup Sujatmiko. (feb/feb)











































