Demikianlah diungkapkan Munarji Sudargo, Ketua Umum Gapkindo usai pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/6/2016). Pertemuan berlangsung selama sekitar 1,5 jam dari pukul 10.00 WIB.
"Kondisi karet sekarang agak tertekan seperti lazimnya komoditi lainnya pernah mencapai harga tertinggi. pada 2011 US$ 5,3 dolar/kg. Awal 2016 ada tekanan mendekati US$ 1/kg. Sungguh sangat tertekan dan berat bagi semua pelaku," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum sempat mendapatkan suport berupa mungkin dana APBN atau subsidi bunga atau belum ada. Tapi kami tetap lakukan, untuk menolong harga," kata Munarji.
Di samping itu juga persoalan produksi karet. Pemerintah butuh hadir untuk membantu peremajaan tanaman. Sekarang produksi hanya 1 ton per hektar atau turun dari yang sebelumnya 1,7 ton per hektar.
"Kami mengimbau bagaimana pemerintah memberikan daya tahan secara jangka panjang. Peremajaan, pemerintah perlu hadir untuk membantu karet petani, karena kalau peremajaan dilakukan produktivitas petani akan meningkat," pungkasnya. (mkl/hns)











































