"Lebih kurang sekitar 10-15%," ungkap Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta kepada detikFinance, Minggu (10/7/2016).
Pada dua tahun sebelumnya, ekonomi memang tengah berada dalam puncak perlambatan. Sehingga pertumbuhan sektor tersebut hanya mampu bergerak di sekitar 8-9%. Meskipun konsumsi rumah tangga tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semuanya memang pada 2015 itu turun semua, bagi kita adalah puncak," ujarnya.
Pada akhir 2015, ekonomi bisa kembali meraih posisi di atas 5%. Walaupun pada kuartal I-2016, ekonomi hanya mampu tumbuh 4,92%, namun sudah menggambarkan bahwa ekonomi tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
"Makanya gambarannya harusnya lebih baik, mal juga lebih ramai kan saat lebaran," papar Tutum. (mkl/drk)











































