Hadir pada acara groundbreaking kali ini, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proyek ini bisa jadi merupakan proyek perindustrian paling kuat potensinya di republik ini. Begitu pentingnya proyek ini bahkan akan ada dampak ke ekonomi makro kita," kata dia saat groundbreaking di Kawasan Industri Krakatau Steel, Cilegon, Banten, Senin (22/8/2016).
![]() |
Menurut Lembong, proyek pabrik baja baru mutlak diperlukan mengingat pertumbuhan tinggi atas permintaan baja seiring masifnya pembangunan infrastruktur.
"Nanti beberapa tahun ke depan dari sekarang, konsumsi baja akan meroket untuk pembangunan infrastruktur, industri otomotif, dan lainnya yang akan meledak. Kalau tidak bangun pabrik sekarang, impor baja akan meledak. Jebol nanti (neraca) perdagangan kita. Makanya harus bangun dari sekarang," ujar Lembong.
![]() |
Semetara itu, Direktur Utama Krakatau Steel, Sukandar mengatakan, proyek pembangunan pabrik baru dilakukan untuk peningkatan kapasitas produksi dari pabrik hot strip plat yang sudah ada sebelumnya, sekaligus sebagai strategi mempertahankan penguasaan pasar baja lembaran.
"Proyek HSM kedua akan menelan investasi sebesar US$ 460 juta. Terdiri dari ekuitas dari penawaran saham perdana (IPO), serta didukung oleh perbankan," ujar Sukandar.
![]() |
Pabrik lembaran baja kedua ini sendiri direncanakan memiliki kapasitas 1,5 juta ton lembaran baja panas per tahun. Ini membuat peningkatan kapasitas produksi. Saat ini, kemampuan produksi pabrik pertama sebesar 2,4 juta ton, nantinya menjadi 3,9 juta ton per tahunnya.
Selain Lembong, sejumlah pejabat lain yang hadir antara lain Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Harry Sampurno, Dirjen Ilmate Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawiryaman, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Tirta Hidayat, dan Walikota Cilegon Iman Ariyadi. (feb/feb)














































