Daya Saing Tekstil RI Kalah dari Vietnam, Ini Penyebabnya

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 29 Agu 2016 16:24 WIB
Foto: Michael Agustinus
Jakarta - Dibanding Vietnam, daya saing Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia boleh dibilang kalah bersaing. Selain karena diuntungkan perjanjian bebas, harga TPT yang lebih murah membuat pangsa ekspor Vietnam mengungguli Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat mengatakan, selain harga gas yang lebih murah, banyak faktor yang membuat industri TPT Vietnam lebih efisien ketimbang Indonesia. Meski negara itu baru mengembangkan industri TPT pada tahun 2000.

"Pertama infrastruktur mereka lebih bagus. Di situ kita sudah kalah, di luar faktor harga gas dan perjanjian perdagangan bebas," ujar Ade kepada detikFinance, Senin (29/8/2016).

Dia melanjutkan, dalam kebijakan fiskal perpajakan, pelaku industri di negara komunis itu pun menikmati banyak keringanan pajak dibanding pengusaha TPT Indonesia.

"Apa yang paling membedakan? Soal pajak. Kebijakan pajak mereka lebih mendukung dalam hal tarif pajak. Kemudian semua industri tekstilnya bisa memanfaatkan fasilitas kemudahan pajak seperti kawasan berikat yang terintegrasi. Mau dia industri besar atau kecil, semua bisa menangguhkan PPN," kata Ade.

Dari catatan API, ekspor TPT Indonesia pada kuartal pertama 2016 mencatatkan US$ 12,28 miliar, turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 12,74 miliar. Angka ini tertinggal jauh dengan Vietnam yang di periode yang sama mencatatkan ekspor US$ 30 miliar. (hns/hns)