Follow detikFinance
Rabu 07 Sep 2016, 15:26 WIB

Curhat Susi ke DPR: Garam Impor Merusak Harga di Petani

Muhammad Idris - detikFinance
Curhat Susi ke DPR: Garam Impor Merusak Harga di Petani Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, meluapkan unek-uneknya terkait sulitnya mengurusi harga garam di tingkat petani yang masih saja rendah. Selain minimnya pabrik pengolahan, melubernya garam impor ikut berkontribusi pada jatuhnya harga garam petani.

Menurutnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah berupaya membantu petani meningkatkan kualitas dan produksi garam petani, lewat pemberian bantuan geo membran isolator atau terpal plastik.

"Kesulitan kita merasa pekerjaan KKP sia-sia, garam sudah cantik bagus, dengan pemberian geo isolator tapi nggak membantu harga dasar di tingkat petani. Persoalan klasik," kata Susi saat RDP dengan Komisi IV DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/9/2016).

"Impor garam ini persoalan klasik, lama, Komisi IV dan VI seharusnya bisa enforce itu ke Kementerian Perdagangan supaya nggak ada impor saat masyarakat panen," imbuhnya.

Diungkapkan Susi, pihaknya pun sebenarnya sudah berupaya melakukan stabilisasi harga dengan meminta PT Garam, membeli garam petani di harga Rp 600/kg. Namun hal tersebut tetap akan sia-sia jika impor garam terus terjadi.

"Kalau PT Garam harus beli Rp 600/kg, tapi garam impor masuk besar-besaran, PT Garam nggak bisa jual. Saya pikir harus ada kebersamaan dengan Kemendag bahwa ini harus selesai," ujar pemilik maskapai Susi Air ini.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPR, Edy Prabowo menyinggung soal masuknya 35.000 ton garam impor di Pelabuhan Cirebon beberapa waktu lalu. Padahal, sesuai aturan yang baru, garam terlarang untuk diimpor saat periode panen garam.

"Impor garam yang baru-baru ini masuk ke Cirebon sebanyak 35.000 ton. Padahal ini melanggar UU Nomor 7 Tahun tentang Perlindungan Nelayan dan Petani Garam," jelas Edhy. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed