Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas, Misbahul Huda, mengatakan, impor waste paper sulit dihindari lantaran harga impor lebih murah ketimbang barang yang sama yang ada di dalam negeri.
Penyebabnya, karena mesin untuk mengolah limbah kertas yang ada di Indonesia kalah efisien dengan yang dimiliki China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Indonesia masih menggunakan mesin bekas atau jadul dan ukuran mesinnya tanggung atau medium. Mesin ini bila dibandingkan dengan China lebih boros energi di Indonesia.
"Sementara kita mesin-mesinnya bekas dan mesin-mesinnya medium tanggung, makanya energy cost tadi itu mahal," kata Misbahul. (dna/dna)











































