RI Juga Impor Kertas Bekas

RI Juga Impor Kertas Bekas

Yulida Meditiara - detikFinance
Kamis, 08 Sep 2016 16:51 WIB
RI Juga Impor Kertas Bekas
Menperin Airlangga Hartarto-Ketua Umum APKI Misbahul Huda (Foto: Yulida Medistiara)
Jakarta - Industri kertas menggunakan kertas bekas untuk didaur ulang menjadi bahan baku pembuatan produk turunan seperti kardus. Sayang kertas bekas atau waste paper saja RI masih impor dari negara lain terutama dari China.

Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas, Misbahul Huda, mengatakan, impor waste paper sulit dihindari lantaran harga impor lebih murah ketimbang barang yang sama yang ada di dalam negeri.

Penyebabnya, karena mesin untuk mengolah limbah kertas yang ada di Indonesia kalah efisien dengan yang dimiliki China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dibanding dengan China bahan bakar kita sama. Hanya saja mesinnya di Cina itu besar-besar sekali. Mesin besar Anda tahu efisiensi energinya luar biasa, itu kecepatan dan lebar dibanding kita itu luar biasa," ujar ujar dia di Kemenperin, Jakarta Selatan, Kamis (8/9/2016).

Di sisi lain, Indonesia masih menggunakan mesin bekas atau jadul dan ukuran mesinnya tanggung atau medium. Mesin ini bila dibandingkan dengan China lebih boros energi di Indonesia.

"Sementara kita mesin-mesinnya bekas dan mesin-mesinnya medium tanggung, makanya energy cost tadi itu mahal," kata Misbahul. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads