Rapat Dengan DPR, Dirgantara Indonesia Ditanya Soal Kinerja Keuangan

Rapat Dengan DPR, Dirgantara Indonesia Ditanya Soal Kinerja Keuangan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 27 Okt 2016 15:30 WIB
Rapat Dengan DPR, Dirgantara Indonesia Ditanya Soal Kinerja Keuangan
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Komisi VI DPR RI menggelar rapat dengar pendapat dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) membahas tentang kinerja perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang pengadaan pesawat terbang tersebut.

Rapat ini dihadiri oleh Direktur Utama Budi Santoso dan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN.

Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana menginginkan adanya penjelasan kinerja perusahaan pelat merah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebab, PTDI telah menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) sebanyak tiga kali sejak 2011. Yaitu Rp 1,18 triliun pada tahun 2011, Rp 1,4 triliun pada tahun 2012 dan Rp 400 miliar pada tahun 2015.

"Kami ingin mendengarkan perkembangan kinerja PTDI, terutama setelah mendapatkan PMN tersebut, dibandingkan dengan kinerja sebelum mendapatkan PMN," katanya di ruang rapat komisi VI DPR RI, Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/10/2016).

Salah satu anggota komisi VI DPR, menyatakan mendapatkan laporan informasi terkait kondisi keuangan PTDI saat ini.

Ia menilai, ketika PT DI menerima PMN saat 2011, pada saat itu juga dirgantara mempunyai masalah dengan TNI AL, berkaitan dengan pengadaan helikopter dengan nilai Rp 220 miliar.

Pada saat itu PT DI sudah dibayar Rp 212 miliar. Tetapi yang mampu dikerjakan baru 20%.

"Begitu banyaknya persoalan membuat kita menghadirkan Pak Dirut. PTDI kita berikan PMN malah tambah hancur. Pengamat bahkan bilang PTDI di ambang kehancuran," ujar dia.

Seperti diketahui, awalnya rapat kerja ini akan dilaksanakan pada Rabu lalu (26/10). Namun, karena Direktur Utama Dirgantara Indonesia Budi Santoso masih berada di luar negeri, rapat dengan PTDI menjadi hari ini. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads