Sambangi Kemenperin, Sri Muyani: Ingin Dengar Keluhan Pelaku Industri

Sambangi Kemenperin, Sri Muyani: Ingin Dengar Keluhan Pelaku Industri

Yulida Medistiara - detikFinance
Selasa, 01 Nov 2016 10:22 WIB
Sambangi Kemenperin, Sri Muyani: Ingin Dengar Keluhan Pelaku Industri
Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto hari ini menggelar acara diskusi bersama pelaku industri industri aneka, kulit, sepatu/ alas kaki dan fashion. Di tengah diskusi, Menkeu Sri Mulyani hadir dan mengaku ingin mendengar keluhan pelaku industri.

Dalam acara ini selain diskusi terdapat pergelaran fashion show yang digelar pelaku usaha industri fashion. Sri mengatakan niatnya datang ke Kemenperin bukan hanya untuk menonton fashion show, tetapi mau melihat keluhan pelaku industri.

"Saya bukan bermaksud untuk menonton fashion show-nya tapi mau lihat langsung dari pelaku industri apa sebetulnya keluhan dari segi policy, karena dari segi pemerintah, industri ini yang menciptakan kesempatan kerja yang banyak, itu susah terutama di sektor formal yang punya potensi," kata Menkeu, Sri, di Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wanita yang akrab disapa Ani mengatakan akan mendukung pelaku usaha. Hal itu karena pelaku usaha fashion dan lainnya memiliki potensi untuk memberikan lapangan kerja bagi banyak masyarakat.

"Kami akan mendukung apa yang bisa dilakukan suatu proses kreatif untuk industri ini, tidak banya dalam negeri, dan ekspor," imbuh Sri.

Salah satu keluhan industri kulit adalah adanya ekspor kulit bagus dan masuknya bahan impor kulit ke Indonesia. Ia mengatakan akan mendorong para pelaku usaha untuk menciptakan nilai tambah.

"Saya ingin menunjukan kami ingin mendukung dan memahami, kalau ibu kemana-mana pasti mereka minta fasilitas ya nggak papa untuk mengcreate job, saya maunya itu menciptakan dan pemikiran informatif, menciptakan nilai tambah dan Anda banyak sekali tekanan agar pemikiran etnrepereneur itu bisa jalan saya ingin mendengar apa dalam industri yang kami miliki bisa lakukan itu," kata Ani.

Sri mengatakan akan membatu pelaku usaha yang merasa dizolimi dan disusahkan karena kebijakan pemerintah. Namun, jika kesulitan terkait daya kreativitasnya membuat sulit bersaing pemerintah tidak bisa membantu karena pelaku usaha harus berinovasi sendiri.

"Kita men-dzalimi mereka karena mereka akan jadi pelaksana, suatu policy yang begitu kompleks yang melakukan beberapa ekses, kami harus terus lakukan review, saya ingin Kemenperin lakukan review, jangan buat aturan yang dampaknya kompleks, itu banyak misal tujuannya baik ujungnya kompleks, tapi saya berjanji beacukai, saya percaya tim saya inginnya makin baik," kata Sri.

"Kalau Anda nggak bisa produksi barang yamg bagus nggak bisa kalahkan tetangga, kalau mahal karena sumber ketidakmampuan adalah kami nanti akan di-review. Akan tetapi karena kreatif inovasi inspirasi anda tidak bisa bersaing itu Anda, tapi kalau saya lihat di Indonesia bagus-bagus di luar negeri," kata Ani. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads