Menperin: RI Bisa Jadi Produsen Stainless Steel No. 2 Dunia di 2017

Menperin: RI Bisa Jadi Produsen Stainless Steel No. 2 Dunia di 2017

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 02 Nov 2016 13:29 WIB
Menperin: RI Bisa Jadi Produsen Stainless Steel No. 2 Dunia di 2017
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato, menyatakan Indonesia bisa menjadi produsen stainless steel nomor 2 dunia pada 2017. Ini berkat kebijakan hilirisasi mineral yang dijalankan oleh pemerintah sejak 12 Januari 2014.

Pelarangan ekspor biji nikel mendorong pembangunan smelter-smelter di dalam negeri. Smelter-smelter nikel yang sudah terbangun ini kapasitas produksinya mencapai 5 juta ton stainless steel.

"Kemenperin melaporkan mengenai hilirisasi yang telah berjalan. Nah, salah satu yang menonjol itu bahwa semua komoditi tidak sama kemajuannya (hilirisasi). Nikel itu kita tahun depan itu 2 refinery akan memproduksi kira-kira 5 juta ton stainless steel. Kalau kita memproduksi 5 juta ton stainless steel, kita menjadi produsen nomor 2 di dunia sesudah China," kata Airlangga, usai rapat di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (2/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Airlangga menambahkan, hilirisasi untuk hampir semua komoditas mineral sudah berjalan. Memang ada beberapa komoditas yang belum berkembang hilirisasinya, misalnya tembaga. "Yang lain sudah berjalan di luar tembaga," ucapnya.

Terkait rencana perpanjangan relaksasi ekspor mineral mentah pasca 11 Januari 2017, Airlangga menyatakan, hanya komoditas mineral yang smelternya belum cukup banyak saja yang akan diizinkan ekspor mentah.

Untuk komoditas yang sudah bisa diolah dan dimurnikan sepenuhnya di dalam negeri, tidak akan ada relaksasi. "Tentu (relaksasi) pada yang belum berjalan. Kalau sudah berjalan itu sudah bagus," tutupnya. (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads