Kemenko Kemaritiman: RI Masih Kekurangan 5.000 Kapal Besar

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Senin, 07 Nov 2016 14:57 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Sebagai negara kepulauan, perekonomian Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi apabila sektor maritim dapat dimaksimalkan. Sektor ini diyakini bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan di tengah rendahnya harga komoditas

Deputi Bidang Infrastruktur Kemaritiman, Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Ridwan Jamaluddin, mengatakan untuk menjadi negara dengan poros maritim menjadi kekuatannya, Indonesia butuh lebih banyak kapal-kapal besar untuk beroperasi di lautan.

"Untuk ikan, saya bolak balik mengatakan, kalau kita mau menguasai laut kita di bidang perikanan, kapal besar harus ditambah. Saat ini, kita kelebihan 400 ribu kapal kecil, kapal yang berada di 12 mil, dan kita kekurangan 5.000 kapal besar. Ini yang mungkin dengan kebijakan KKP bisa didorong. Supaya mengibarkan nelayan kita di laut itu, kapal kita harus besar-besar," katanya dalam sambutan di acara Rakernas Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (7/11/2016).

"Kapal kita banyak kurangnya, dalam jumlah kapal. Definisi kapal juga macam-macam sehingga sebetulnya kapal kita yang banyak itu semacam tongkang. Bukan kapal yang luas seperti kita harapkan," tambahnya.

Kurangnya jumlah kapal besar di Indonesia juga tidak terlepas dari banyaknya pelabuhan di Indonesia yang masih dangkalnya kedalaman. Rata-rata kedalaman pelabuhan di Indonesia hanya sekitar sembilan meter. Sedangkan pelabuhan di beberapa negara seperti di Malaysia dan Singapura sudah mencapai 15,5 meter.

"Pelabuhan kita tidak efisien. Itu salah satu hal yang menjadi prioritas kita. Karena pelabuhan dangkal-dangkal, pelabuhan kita tidak bisa menampung kapal yang besar-besar," pungkas Ridwan. (hns/hns)