Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 09 Nov 2016 20:21 WIB

Ini Alasan Tak Ada Investor Lirik Produksi Aluminium di RI

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Ilustrasi (Foto: Muhammad Idris) Ilustrasi (Foto: Muhammad Idris)
Jakarta - Kebutuhan aluminium di Indonesia saat ini mencapai 800.000 ton per tahun. Kebutuhan akan logam ringan ini masih terus meningkat dan diperkirakan mencapai 2 juta ton per tahun di 2025.

Sampai saat ini, Inalum masih menjadi produsen tunggal aluminium dalam negeri. Namun, produksi aluminium buatan Inalum per tahun hanya mencapai 260.000 ton dan belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sehingga, kebutuhan aluminium sisanya harus diimpor dari negara lain.

Corporate Secretary Inalum Ricky Gunawan menyebutkan alasan di balik enggannya investor berinvestasi di pabrik aluminium. Menurutnya, biaya yang dibutuhkan untuk membangun industri aluminium di Indonesia terbilang tinggi.

"Sampai sekarang masih Inalum aja. Investor kan harus investasi yang besar," tutur Ricky di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Rabu (9/11/2016).

Selain itu, pembangunan pabrik aluminium harus terletak di lokasi yang memiliki sumber energi yang besar. Hal ini dikarenakan smelter untuk mengolah aluminium membutuhkan daya listrik yang besar dan hanya dimungkinkan dengan membamgun pembangkit listrik.

"Sumber energi juga harus tersedia, itu syaratnya. Kita juga kalau mau bangun kan harus bisa dibuat PLTA," tutur Ricky. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed