Cerita Durian di Singapura dan Impor dari Malaysia

Cerita Durian di Singapura dan Impor dari Malaysia

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 23 Nov 2016 19:37 WIB
Cerita Durian di Singapura dan Impor dari Malaysia
Foto: Muhammad Idris
Geylang - Jarum jam sudah menunjukkan hampir pukul 00.00 tengah malam. Namun, hingar bingar lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki di Sims Avenue, Lorong 17 Distrik Geylang, Singapura, tak menunjukkan tanda akan meredup.

Semakin malam, di beberapa ujung jalan bahkan terlihat semakin ramai menjelang dengan temaram lampu. Kawasan Geylang di Negeri Singa itu memang sejak lama terkenal sebagai tempat hiburan malam.

Di sebuah pertigaan jalan, menyempil di antara pertokoan yang sudah tutup, terdapat 'dunia malam' yang berbeda di sekitarnya. Lokasinya cukup ramai pada menjelang tengah malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan penerangan yang cukup terang, jejeran buah durian berbagai ukuran ditumpuk secara bertingkat di rak kayu. Itulah salah satu sudut pusat penjualan durian yang cukup populer di Singapura.

Meski tergolong buah mahal, durian rupanya cukup digemari warga Singapura. Di salah satu pusat penjualan durian di sudut Geylang tersebut juga hampir tak pernah sepi pembeli. Selalu ada pembeli yang datang secara bergerombol untuk makan di tempat.

Di Singapura, durian memang tidak sembarang dijual di pinggir jalan atau supermarket seperti di Indonesia. Lantaran baunya yang menyengat, pemerintah Singapura melarang durian dibawa ke transportasi umum, sehingga kebanyakan warga Singapura makan durian di tempat.

Lang, salah seorang penjual durian di Geylang Street mengatakan, seperti halnya pedagang durian lainnya di Singapura, buah berduri tersebut hampir semuanya didatangkan dari Malaysia, sebagian lagi dari Thailand.

"Ini semua dari Malaysia semua. Paling enak juga paling mahal durian Musang King," kata Lang ditemui detikFinance, Rabu (23/11/2016).

Excellence Fruit Pte Ltd, begitu nama 'perusahaan' tempat Lang bekerja. Meski membuka lapak di pinggiran jalan, Pedagang Kaki Lima (PKL) di Singapura umumnya sudah berbentuk perusahaan atau badan usaha resmi sebagai pembayar pajak.

Di Excellence Fruit, durian termahal yakni jenis Musang King yang harganya dibanderol Singapore Dollar (SGD) 42 per kilogramnya atau sekitar Rp 394.800 (kurs Rp 9.400). Sementara 1 buah durian Musang King bisa berbobot 2 kilogram, sehingga 1 buahnya bisa dihargai Rp 789.600.

"Memang Musang King paling mahal, harganya SGD 42. Warnanya kuning-kuning dengan buah daging besar, daging padat," kata Lang.

Selain Musang King yang juga sangat populer di Malaysia, durian lain yang dijual yang juga berasal dari Negeri Jiran tersebut antara lain D24, D2, dan Phoenik. Harganya bervariasi, antara SGD 8 hingga SGD 20.

Sebagai informasi, Singapura sendiri sepanjang tahun tak mengenal musim, selalu mengimpor durian dari Malaysia dan Thailand. Menurut Lang sendiri, selama ini Excellence Fruit maupun pedagang durian lainnya di Singapura mengaku tak pernah mendapat pasokan durian dari Indonesia.

"Dari Indonesia? Tidak ada," tandas Lang. (dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads