Follow detikFinance
Jumat 02 Dec 2016, 13:27 WIB

PT Pupuk Indonesia akan Bangun Pabrik Petrokimia di Bintuni

Yulida Medistiara - detikFinance
PT Pupuk Indonesia akan Bangun Pabrik Petrokimia di Bintuni Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - Kawasan industri Bintuni di Papua banyak dilirik pelaku industri dari luar negeri maupun lokal untuk mengembangkan pabrik petrokimia. Salah satunya, PT PT Pupuk Indonesia (Persero) akan ekspansi membuat pabrik petrokimia dan turunannya.

Pembangunan pabrik petrokimia dan turunannya itu merupakan hasil kajian antara PT Pupuk Indonesia bersama dengan tim dari Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian. Kajian tersebut berupa skema dan keekonomian proyek, serta proyeksi kebutuhan gas bumi.

"Berdasarkan kajian tersebut, untuk pengembangan Tahap-I di Bintuni kami akan mengembangkan industri Petrokimia, yaitu methanol dan berbagai turunannya seperti ethylene, propylene, polyethyiene dan polypropylene. Untuk tahap kedua, kita akan kembangkan pupuk NPK", kata Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, (2/12/2016).

Untuk pengembangan proyek tersebut, pasokan gas yang dibutuhkan adalah sekitar 124 MMSCFD.

"Untuk mendukung keekonomian proyek, kami juga berharap dukungan pemerintah dalam membangun infrastruktur kawasan", kata Wijaya.

Sebelumnya, Pupuk Indonesia bermaksud mendirikan pabrik pupuk urea baru di kawasan tersebut. Namun melihat kondisi pasar internasional saat ini ditambah harga gas sedang tinggi, proyek tersebut menjadi kurang prospektif sehingga beralih ke pembangunan pabrik petrokimia.

"Harga komoditi urea sedang anjlok dan harga gas kita masih cukup tinggi dibandingkan negara lain sehingga produk urea kita sulit bersaing, maka kami berencana beralih mengembangkan produk petrokimia", kata Wijaya.

Untuk itu, Pupuk Indonesia pada Oktober lalu telah mengajukan permohonan alokasi dan harga gas industri kepada Menteri ESDM. Alokasi yang diminta adalah 130 MMSCFD dengan harga US$ 3/MMBtu.

Menurut rencana, proyek pengembangan tersebut akan dibangun di kawasan Kabupaten Teluk Bintuni dengan luas lahan sekitar 2.112 Ha. Pupuk Indonesia telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah setempat untuk pembangunan kawasan industri tersebut serta menjadi pengelola kawasan dengan melibatkan anak-anak perusahaan yang bergerak di bidang utilitas dan logistik seperti PT Pupuk Indonesia Energi dan PT Pupuk Indonesia Logistik.

"Kami juga telah melakukan diskusi dengan sejumlah mitra strategis untuk proyek tersebut," kata Wijaya. (hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed