Follow detikFinance
Sabtu 31 Dec 2016, 10:48 WIB

Petani Risau Harga Gula Anjlok Karena Rembesan Gula Rafinasi

Dana Aditiasari - detikFinance
Petani Risau Harga Gula Anjlok Karena Rembesan Gula Rafinasi Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mengungkapkan kekhawatiran adanya rembesan gula rafinasi di pasaran. Hal ini mengakibatkan harga gula di tingkat petani jatuh cukup dalam.

"DPN APTRI memperkirakan rembesan gula rafinasi di musim giling ini mengakibatkan turunnya harga lelang gula tani sebesar Rp 1000/kg. Total kerugian akibat turunnya harga lelang gula mencapai Rp 700 miliar," kata Ketua Umum APTRI Soemitro Samadikoen dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/12/2016).

Kekhawatirannya cukup beralasan, karena beberapa waktu lalu, Bareskrim Mabes Polri mengungkap adanya kasus perembesan gula rafinasi skala besar yang diduga dilakukan oleh PT Berkah Manis Makmur (PT BMM) melalui PT Lyus Jaya Sentosa dan PT Duta Sugar Internasional (PT DSI).

Ia menambahkan, dari catatan APTRI, rembesan bukan hanya dilakukan oleh dua perusahan tersebut, namun oleh perusahaan gula rafinasi lainnya yang total mencapi 11 perusahaan.

"Total kerugian petani dari penyimpangan 11 perusahaan gula rafinasi (termasuk PT BMM dan PT DSI) mencapai 600.000 ton," sambung dia.

Terkait permasalahan tersebut, lanjut dia, DPN APTRI menyampaikan tuntutan kepada pemerintah.

"Kami mendesak Kementerian Perdagangan agar menindak tegas perusahaan gula rafinasi yang terbukti melakukan penyimpangan. Kasus serupa ini sangat menyengsarakan petani dan merugikan perekonomian nasional," kata dia.

Ia melanjutkan, APTRI juga menuntut Kementerian Perdagangan membuat mekanisme kontrol baru terhadap industri gula rafinasi, agar kasus perembesan/ penyimpangan gula rafinasi tidak terus menerus terjadi. (dna/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed