Teh Kualitas Premium Kurang Laku di RI

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 04 Jan 2017 20:19 WIB
Ilustrasi (Foto: Bayu Haryanto-d'Traveler)
Jakarta - Sejak zaman Kolonial Belanda, tanaman teh telah dibudidayakan secara luas dalam skala perkebunan. Dataran tinggi berhawa sejuk di sejumlah daerah membuat kualitas teh Indonesia jadi salah satu yang terbaik di dunia.

Namun demikian, sebagian besar teh yang beredar di Indonesia merupakan teh kualitas grade 2 dan grade 3. Sementara, teh kualitas terbaik yang selama ini diproduksi BUMN perkebunan, lebih banyak diekspor ke luar negeri.

"Di Indonesia kebiasaan konsumen mengkonsumsi teh bukan kualitas terbaik karena teredukasi dengan mutu teh grade 2 dan grade 3," kata Direktur Utama PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), Iriana Ekasari di kantornya, Jakarta, Rabu (4/1/2016).

"Ini yang coba kita edukasi ke masyarakat kalau kita sebenarnya punya teh kualitas terbaik. Karena teh yang kualitas premium di Indonesia kurang laku," tambahnya.

KPBN sendiri merupakan anak usaha khusus yang dibentuk untuk memasarkan produk-produk teh dari perkebunan-perkebunan BUMN yang tergabung dalam PTPN.

Menurut Iriana, karena tidak banyak diserap pasar, PTPN terpaksa lebih banyak mengekspor teh kualitas premium atau grade 1 ke sejumlah negara.

"Negara pengimpor teh Indonesia kayak Rusia yang setiap tahun impor tehnya (dari banyak negara) 154.000 ton, Amerika Serikat 129.000 ton, Belanda karena penduduknya sedikit impornya 7.000, tapi itu menunjukkan market di luar sangat besar. Mereka inilah yang selama ini menyerap teh grade 1," jelas Iriana. (idr/dna)