Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 05 Jan 2017 18:35 WIB

Darmin Kunjungi Pabrik Bom Pesawat Sukhoi Made in Malang

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Muhammad Idris Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengunjungi pabrik bom pesawat Sukhoi di Malang (05/01/17). Pabrik bom tersebut merupakan kerjasama antara BUMN produsen bahan peledak, PT Dahana (Persero) dan perusahaan swasta PT Sari Bahari.

Sejauh ini, Indonesia negara ketiga yang mampu memproduksi bom untuk pesawat Sukhoi setelah Rusia dan Bulgaria. Bom yang diberi nama P 100 Live ini merupakan bom yang khusus dirancang sebagai bom latih pada pesawat Sukhoi.

"Bom ini bagus untuk kemandirian negara. Dan kekuatannya harus terus ditingkatkan," kata Darmin saat berkunjung ke area pabrik yang masih satu kawasan Lanud Abdurrahman Saleh, Malang, Kamis (5/1/2016).
Foto: Muhammad Idris

Menurut Direktur Teknologi & Pengembangan Dahana, Heri Heriswan, bom ini merupakan pengembangan dari bom latih P 100 dimana bom ini memiliki berat dan karakter aerodinamika yang sama dengan bom latih P 100.

Casing Bom P 100 Live (tajam) diproduksi oleh PT Sari Bahari dan isian bahan peledak dilakukan oleh Dahana dengan teknologi untuk pembuatan hulu ledak diperoleh lewat kerjasama transfer keahlian dari AVU-ETMA dai Armaco Jsc, Bulgaria.

"Bom P 100 Live ini sendiri memiliki Tingkat kandungan Dalam Negeri sebesar 88,33%," ungkap Heri.

Bom ini termasuk kaliber 100 dengan panjang 1.100 mm dan berdiameter body 273 mm. Berat Bom sendiri 100 – 125 kg dengan isian bahan peledak military explosives.

"Bom didesain untuk dapat digunakan pada pesawat standar NATO maupun standar Rusia," ungkap Heri.
Foto: Muhammad Idris

Selain itu, mudah dalam perawatan dan penyimpanan di gudang. Mudah dan efisien dalam penggunaannya karena tidak menggunakan bahan peledak untuk melepaskan bom dari Bom rack (impulse cartridge).

Di pesawat sukhoi, Bom P 100 L dapat dilepaskan dengan menggunakan program Standar Boming Sukhoi.

Keunggulan lainnya, bom ini buatan dalam negeri sehingga mudah dalam transportasi pengiriman maupun perbaikan jika diperlukan.

"Selain Bom P 100 Live, kedua perusahaan juga memproduksi ukuran yang lebih besar yaitu Bom P 250 dan Bom P 500," pungkas Heri. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com