Direktur Utama PT Garam, Achmad Budiono, mengungkapkan garam impor tersebut akan masuk sebelum April 2017.
"Impornya secepatnya begitu legal formalnya siap, kan sudah diatur dalam Permendag 29 Tahun 2015. Impor kira-kira 30 persen dari kebutuhan setengah tahun yang 600.000-700.000 ton, jadi sekitar di atas 200.000 ton. Sampai bulan April harus sudah selesai," kata Achmad, saat ditemui di Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (7/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Garam lokal sisa dari produksi 2016 tinggal 111.000 ton saja di lapangan. Sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan hingga tengah tahun ini.
"Memang di kantong-kantong garam suplainya sudah tidak memenuhi sehingga ada rencana impor garam. 5 persen itu kira-kira 118.000 ton. Yang di lapangan tinggal sekitar 111.000 ton yang sekarang ada," ucapnya.
Garam impor ini, katanya, tidak akan merugikan petambak garam rakyat karena masuk sebelum masa panen. "Panen garam di dalam negeri kan Juli, kalau masuk April ada waktu supaya garam impor itu habis sehingga tidak menekan harga garam rakyat yang diproduksi Juli," ia menerangkan.
Penugasan dari pemerintah untuk impor garam diharapkan segera keluar minggu ini. PT Garam akan melakukan lelang terbuka untuk mendapatkan garam dengan harga paling efisien.
"Kita harapkan minggu-minggu ini, sedang dalam proses. PT Garam prinsipnya yang menerima penugasan. Kita lelang terbuka, kita menginginkan ada transparansi sehingga mungkin kita bisa mendapatkan tingkat harga paling murah dengan spesifikasi memenuhi," tutupnya. (mca/wdl)











































