BUMN Ini Akan Impor Garam 200.000 Ton di Semester I-2017

BUMN Ini Akan Impor Garam 200.000 Ton di Semester I-2017

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 09 Jan 2017 15:29 WIB
BUMN Ini Akan Impor Garam 200.000 Ton di Semester I-2017
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Pemerintah berencana memberikan penugasan kepada PT Garam (Persero) untuk mengimpor 200.000 ton garam. Impor tersebut untuk kebutuhan garam konsumsi pada semester I-2017.

Direktur Utama PT Garam, Achmad Budiono, mengungkapkan garam impor tersebut akan masuk sebelum April 2017.

"Impornya secepatnya begitu legal formalnya siap, kan sudah diatur dalam Permendag 29 Tahun 2015. Impor kira-kira 30 persen dari kebutuhan setengah tahun yang 600.000-700.000 ton, jadi sekitar di atas 200.000 ton. Sampai bulan April harus sudah selesai," kata Achmad, saat ditemui di Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (7/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Impor ini dibutuhkan, karena stok garam pada akhir 2016 hanya 5% dari kebutuhan 2017. Sementara panen garam lokal baru mulai Juli 2017. "Tadi rapat membahas mekanisme untuk importasi garam, baik garam konsumsi maupun garam industri. Menurut data terakhir BPS, stok dari tahun 2016 sangat kecil, hanya 5% dari kebutuhan 2017," ucapnya.

Garam lokal sisa dari produksi 2016 tinggal 111.000 ton saja di lapangan. Sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan hingga tengah tahun ini.

"Memang di kantong-kantong garam suplainya sudah tidak memenuhi sehingga ada rencana impor garam. 5 persen itu kira-kira 118.000 ton. Yang di lapangan tinggal sekitar 111.000 ton yang sekarang ada," ucapnya.

Garam impor ini, katanya, tidak akan merugikan petambak garam rakyat karena masuk sebelum masa panen. "Panen garam di dalam negeri kan Juli, kalau masuk April ada waktu supaya garam impor itu habis sehingga tidak menekan harga garam rakyat yang diproduksi Juli," ia menerangkan.

Penugasan dari pemerintah untuk impor garam diharapkan segera keluar minggu ini. PT Garam akan melakukan lelang terbuka untuk mendapatkan garam dengan harga paling efisien.

"Kita harapkan minggu-minggu ini, sedang dalam proses. PT Garam prinsipnya yang menerima penugasan. Kita lelang terbuka, kita menginginkan ada transparansi sehingga mungkin kita bisa mendapatkan tingkat harga paling murah dengan spesifikasi memenuhi," tutupnya. (mca/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads