Darmin Tak Ingin Sawit Bernasib Tragis Seperti Rempah-rempah

Darmin Tak Ingin Sawit Bernasib Tragis Seperti Rempah-rempah

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 02 Feb 2017 12:25 WIB
Darmin Tak Ingin Sawit Bernasib Tragis Seperti Rempah-rempah
Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - Produk kelapa sawit nasional masih menjadi unggulan di dunia internasional. Momentum ini harus tetap dijaga agar tidak bernasib serupa seperti produk komoditi lain yang harus diimpor.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam sambutan sekaligus meresmikan acara Pertemuan Nasional Sawit Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Darmin menyebutkan, produk kelapa sawit Indonesia memiliki kebanggan sekarang ini. Apalagi ekspor produk kelapa sawit Indonesia terus mengalami peningkatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti rempah-rempah, pala, tebu, gula. Pernah menjadi andalan kita, tapi mereka sudah mulai hilang peranannya, gula banyak tapi kita tidak lagi jadi andalan ekspor, kita nett importir bidang ini. Saya sampaikan jangan sampai kelapa sawit jadi sejarah saja," kata Darmin.

Darmin mengaku, baru beberapa minggu menjabat sebagai Menko Perekonomian, harga CPO sedang anjlok. Pada saat yang bersamaan juga diterapkan kebijakan B20 alias program yang mewajibkan pencampuran bahan bakar minyak jenis solar dicampur dengan minyak kelapa sawit sebesar 20%.

Mulai diterapkan kebijakan itu, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang tadinya sekitar Rp 800 per kg naik dua kali lipat. Oleh karena itu, sambung Darmin, momentum produk kelapa sawit Indonesia yang tengah membaik ini jangan sampai tinggal sejarah sama seperti produk komoditi seperti rempah-rempah.

Apalagi, sambung Darmin, diantara semua tanaman yang menghasilkan minyak, produksi kelapa sawit Indonesia menjadi yang paling tertinggi di dunia. "Kita menyadari betul bahwa kelapa sawit adalah suatu berkah bagi Indonesia," tandasnya.

(mkj/mkj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads