Follow detikFinance
Sabtu 18 Feb 2017, 16:35 WIB

Ini Kondisi Terkini Pabrik PT Semen Indonesia di Rembang

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Ini Kondisi Terkini Pabrik PT Semen Indonesia di Rembang Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Rembang - Satu bulan setelah Gubernur Jawa Tengah mencabut izin lingkungan pabrik PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang, kini kegiatan di lokasi pabrik lengang. Tidak ada aktivitas produksi, hanya beberapa pekerja yang lalu lalang melakukan perawatan mesin agar tidak rusak selama tidak digunakan.

Mulai dari akses jalan masuk menuju gerbang pabrik semen di Desa Kadiwono, sudah tidak terlihat satu kendaraan atau orang pun yang meneruskan pengerjaan jalan. Meterial jalan terlihat teronggok di pinggir jalan yang masih berupa tanah itu.

Di portal pertama menuju pabrik semen ada petugas keamanan yang menanyai siapapun yang masuk. Setelah portal pertama, terlihat di kiri jalan puing-puing tenda yang dirobohkan pekan lalu baik milik penolak maupun pendukung pendirian pabrik semen, sedangkan di sisi kanan ada tumpukan kayu dan sisa-sisa abu kayu tenda yang dibakar. Di puing-puing tersebut terbentang police line.

Memasuki portal kedua, sejumlah petugas keamanan memeriksa pengunjung yang masuk. detikcom berkesempatan masuk kawasan pabrik dan melihat aktivitas di dalamnya. Tidak seperti layaknya pabrik, suasana cukup sepi, tidak ada kendaraan berat berlalu lalang, suara mesin pun tidak terdengar.

"Ini pekerjaan dihentikan sambil menunggu izin pak Gubernur," kata Head of Rembang Project, Heru Indra saat ditemui detikcom, pekan ini.

Pabrik PT Semen Indonesia di RembangPabrik PT Semen Indonesia di Rembang Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Meski demikian ada beberapa kegiatan yang tetap harus berjalan yaitu perawatan mesin yang didesain bekerja 24 jam. Salah satunya yaitu Rotary Kiln yang merupakan perangkat berupa pipa besar untuk proses pemanasan bahan setengah jadi yang menjadi jantung dari sebuah pabrik semen.

Heru menjelaskan pipa berdiameter 5,5 meter dan panjang 86 meter tersebut harus diputar jika tidak, maka akan bengkok. Meski demikian Heru menegaskan tidak ada proses produksi di sana, hanya perawatan mesin.

"Cement mill atau tempat penggilingan semen dengan kapasitas 250 ton per jam juga berhenti. Packer juga dihentikan. Mesin-mesin ini memang didesain runing continue, kalau berhenti ada impact terhadap mesin. Pabrik semen itu didesain operasional 24 jam sehari, 345 hari setahun," jelasnya.

Salah satu mesin produksi di pabrik PT Semen IndonesiaSalah satu mesin produksi di pabrik PT Semen Indonesia Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Bagian penting yang tidak beroperasi antara lain mesin Long Belt Convyer atau sirkuit sepanjang 3,8 kilometer untuk mengangkut material tambang ke pabrik. Sirkuit berbentuk sabuk berjalan itu dimaksudkan agar tidak menggunakan truk untuk mengangkut material sehingga mengurangi dampak debu.

"Dengan ini meminimalkan debu. Ini tinggal pasang penutup saja," tegas Heru.

Pabrik berkapasitas 3 juta ton per tahun tersebut seharusnya mulai beroperasi sejak bulan Januari lalu. Menurut Heru, dari sudut pandang teknis, semua mesin harus segera dioperasikan sesuai perhitungan. Kini karena pengoperasian tidak bisa dilakukan tanpa izin, maka ada biaya lebih untuk pemeliharaan.

"Kalau beroperasi, maka mesin sudah panas tidak usah ada kegiatan maintenance," ujar Heru.

Salah satu mesin di pabrik PT Semen IndonesiaSalah satu mesin di pabrik PT Semen Indonesia Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Terkait tenaga kerja, jika sebelumnya ada sekitar 6.000 pekerja, kini tersisa 800 pekerja dan sisanya dirumahkan karena tidak ada kegiatan produksi. Selain itu, kantin-kantin yang dibuka oleh warga dari desa dekat pabrik juga banyak yang tutup.

Untuk diketahui, Pencabutan izin dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur No 660.1/4 Tahun 2017 tertanggal 16 Januari 2017 tentang Pencabutan Keputusan Gubernur Nomor 660.1/30 Tahun 2016 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan Bahan Baku dan Pembangunan serta Pengoperasian Pabrik Semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Gubernur memerintahkan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menyempurnakan dokumen adendum amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) dan Revisi Rencana pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL). Hal itu didasari putusan peninjauan kembali Mahkamah Agung. (alg/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed