Darmin: Puluhan Tahun RI Ekspor Hasil Perkebunan Mentah

Darmin: Puluhan Tahun RI Ekspor Hasil Perkebunan Mentah

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 02 Mar 2017 14:35 WIB
Darmin: Puluhan Tahun RI Ekspor Hasil Perkebunan Mentah
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan tantangan lainnya yang dihadapi industri perkebunan Indonesia adalah pada kualitas dari hasil perkebunan itu sendiri. Kualitas perkebunan yang baik diharapkan dapat membuka pasar ekspor yang lebih luas.

"Kita terus terang saja, selama puluhan tahun ini masih terlalu banyak mengandalkan ekspor saja mentah-mentah. Sudahlah harga dan nilai tambahnya tidak bagus. Kita juga belum bisa menghasilkan kegiatan industri untuk mengolahnya. Paling tidak untuk membuat produknya bisa disimpan dulu dan tidak harus betul-betul dijual karena produknya masih barang mentah," katanya saat membuka launching acara World Plantation Conferences and Exhibition di kantornya, Jakarta, Kamis (2/3/2017).

Untuk mengatasi tantangan ini, menurut.ya dibutuhkan perusahaan perdagangan yang besar sehingga memiliki kemampuan dalam mengelola hasil perkebunan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tanpa standar yang jelas, perkebunan kita akan selalu jadi masalah. Apalagi kalau mau ekspor ke luar. Akibatnya kita ekspor barang yang tidak terstandar dengan baik," tambahnya.

Darmin bercerita bagaimana selama ini Singapura menjadi negara tujuan ekspor hasil perkebunan Indonesia, namun karena dengan kualitas yang rendah, harganya menjadi murah. Namun ketika sudah sampai di Singapura, hasil perkebunan tersebut diolah lagi, dan malah memiliki nilai jual hingga tiga kali lipat harga yang dibeli dari Indonesia.

"Produksi kayu manis kita hanya dijemur biasa, dibawa ke Singapura, tapi karena perlu standarisasi, setelah itu dia bikin standar dan mereknya. Harganya naik jadi tiga kali lipat dari yang kita jual," ungkapnya.

"Oleh karena itu di sektor perkebunan, dengan anggaran yang ada, kita harus bisa membuat rencana yang baik. Janganlah petani itu dibikin sebagai objek saja menerima proyek-proyek besar kita," tukas Darmin. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads