Awal Tahun, RI Impor Garam 75.000 Ton

Awal Tahun, RI Impor Garam 75.000 Ton

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 03 Mar 2017 18:18 WIB
Awal Tahun, RI Impor Garam 75.000 Ton
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat ada impor baru untuk garam konsumsi di awal tahun ini. Impor dilakukan lantaran adanya kekurangan produksi dari garam konsumsi yang diproduksi petani garam lokal.

"Itu impor tahap awal sebesar 75.000 ton, dari total sekitar 226.000 ton yang sudah disepakati bisa diimpor di 2017," ujar Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu, dan Furniture Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Sudarto, di kantornya, Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Dia mengungkapkan, pembahasan kuota impor garam, baik konsumsi maupun garam industri, merupakan kesepakatan antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sementara izinnya dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi impornya dilakukan oleh PT Garam. Kalau sesuai ketentuan garam impor tak boleh masuk dua bulan sebelum dan setelah panen raya. Jadi ini untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi di April," jelas Sudarto.

Sementara untuk garam industri, lanjutnya, kebutuhan masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya yang memcapai 2 juta ton per tahun. Berbeda dengan garam konsumsi, garam industri sepenuhnya berasal dari impor.

"Kalau garam industri setiap tahun memang butuh 2 juta ton, itu kita impor semua," pungkas Sudarto. (idr/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads