Follow detikFinance
Selasa 07 Mar 2017, 12:21 WIB

Curhat BUMN Produsen Bom Pasok Peledak ke Perusahaan Tambang

Muhammad Idris - detikFinance
Curhat BUMN Produsen Bom Pasok Peledak ke Perusahaan Tambang Foto: Muhammad Idris/detikFinance
Jakarta - Kebutuhan produk bahan peledak di Indonesia masih tinggi. Permintaan bahan peledak komersial datang dari perusahaan tambang batu bara, tambang mineral, semen, dan kontraktor minyak. Permintaan bahan peledak setiap tahun sebesar 400.000 ton, bahkan mencapai 500.000 ton saat booming batu bara.

Direktur Utama PT Dahana (Persero), Budi Antono, mengatakan permintaan bahan peledak tersebut paling besar datang dari PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara (Sekarang PT Amman Mineral Nusa Tenggara), namun Dahana kesulitan masuk ke dua tambang besar tersebut.

"Kemudian memang sangat susah masuk pertambangan asing, karena mereka sudah terjadi harmonisasi dengan pengusaha peledak asing, tetap kita harus masuk," kata Budi kepada detikFinance di Menara MTH, Cawang, Jakarta, pekan lalu.

Dia menuturkan, dari nilai pasar industri bahan peledak sekitar Rp 5 Triliun, sekitar 60% diserap oleh perusahaan tambang skala besar. Sementara pangsa pasar Dahana sebesar Rp 1,3 triliun.

Meski tak mudah, Dahana tetap berupaya masuk ke dua perusahaan tambang itu dengan membangun pabrik AN ((Amonium Nitrate/bahan baku peledak)) baru di Bontang, Kalimantan Timur.

"Bagaimana kita mau tawarkan bahan peledak ke Newmont (Amman Mineral) dan Freeport, caranya melengkapi bahan peledak, aksesoris sudah diproduksi semua di Subang, tinggal AN. Kita sedang bangun dengan kapasitas 150.000 ton, investasinya US$ 140 juta dan selesai di 2019," ungkap Budi. (idr/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed