Dirketur Produksi PTDI, Arie Wibowo, mengatakan kebutuhan dana untuk mengembangkan pesawat N245 diperkirakan mencapai US$ 200 juta. Karena sudah masuk dalam PSN, maka produsen pesawat pelat merah ini menanti skema pendanaan dari pemerintah.
"Itu yang kita minta dari pemerintah dengan cara apa ini. Enggak tahu mekanismenya, tapi saya bilang sama pemerintah kita butuh US$ 200 juta untuk bisa men-develop N245," tuturnya di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (8/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arie pun belum bisa memastikan skema pendanaan proyek tersebut, tapi bisa saja pendanaan lewat kerja sama dengan mitra dari negara lain.
Meski terbuka peluang itu, PTDI berharap pemerintah bisa ikut membiayai karena N245 ini merupakan proyek nasional.
"Bisa partnership misalnya dari negara lain, bisa kalau pemerintah tidak mau menguasainya. Kalau mau menguasai dia enggak kasih ke siapapun. Karena harapan kita jadi produk nasional," imbuhnya.
Baca juga: Bikin Pesawat N245, PTDI Kerahkan Hingga 800 Orang
PTDI berharap pemerintah bisa memberikan kepastian terkait sumber pendanaan, sehingga N245 jadi kebanggaan bangsa Indonesia.
"Kalau menurut saya pemerintah mampu, US$ 200 juta berapa sih untuk kemajuan bangsa kita sendiri," pungkasnya. (hns/hns)










































