Follow detikFinance
Senin 20 Mar 2017, 17:45 WIB

Kemenperin Akan Cetak 1 Juta Tenaga Kerja Terampil Hingga Tahun 2019

Yulida Medistiara - detikFinance
Kemenperin Akan Cetak 1 Juta Tenaga Kerja Terampil Hingga Tahun 2019 Foto: Muhammad Idris-detikFinance
Jakarta - Kementerian Perindustrian sedang berupaya untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja dan mengentaskan kemiskinan. Salah satunya dengan 4 program strategis seperti pemagangan industri.

Adapun 4 program strategis itu adalah pembinaan, pengembangan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang link and match dengan industri, pelaksanaan diklat 3in1 atau pelatihan-sertifikasi-penempatan kerja, pemagangan industri, dan sertifikasi kompetensi. Kegiatan tersebut sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 41 nomor 2015 tentang pembangunan sumber daya industri.

Sebagai contoh Kemenperin memiliki sembilan SMK seperti di Banda Aceh yang berspesialisasi pengolahan produk berbasis kelapa sawit; Bandar Lampung spesialisasi pengolahan karet dan singkong. Serta ada sembilan Politeknik dan Akademi dengan beragam spesialisasi misalnya yang berbasis teknologi industri pangan.

Para siswa akan melakukan magang yang dibina oleh industri. SMK dan Politeknik Kemenperin menjadi role model bagi SMK dan Politeknik umum yang mau menerapkan konsep link and match dengan industri.

"Pak Presiden mengharapkan di tahun 2017-2019 sudah ada 1 juta tenaga kerja yang dilatih dengan sistem ini. Ini yang kita dorong dalam 3 tahun akan terus ditingkatkan, nanti di Jateng, Jatim, Jabar, dan Sumatera Utara, Banten, seluruh Indonesia program ini sedang digulirkan," kata Menperin Airlangga Hartarto, di Komisi VI DPR, Jakarta Pusat, Senin, (20/3/2017).

Ia mengatakan program tersebut tidak bisa berlangsung dalam waktu dekat tetapi jangka panjang. Akan tetapi dia berharap lulusan dari program ini bisa diserap industri.

"Program ini tidak dalam satu tahun, itu bisa dicapai karena ini jangka panjang, tapi dalam jangka pendek lulusan daripada pendidikan ini bisa di terima di dalam industri," ujarnya.

Dalam jangka pendek, menurutnya nantinya ada politeknik yang bisa dibangun oleh industrinya agar siswa tersebut setelah lulus dari smk bisa melanjutkan D1 di industri. Hal tersebut dicontoh dari Jerman, Austria, dan Swiss.

"Kemudian program jangka pendeknya SMK 3 tahun bisa ditambah D1 itu 1 tahun yang dilakukan oleh industrinya. Perindustrian sudah ada model di Jateng yaitu D1 dari industri," katanya.

Ia menyebut untuk membangun politeknik nantinya pemerintah akan memberikan tax allowance 5 tahun kepada industri yang mau membangun politeknik. Hal itu agar pendidikan dan pelatihan bisa terus berlanjut.

"Khusus pendirian Politeknik, kita sudah memberikan fasilitas dalam bentuk tax allowance 5 tahun kepada industri yang membangun politeknik sehingga pendidikan ini akan terus berlanjut dengan tujuan mendapatkan operator yang handal dan tenaga kerja supervisi yang handal dan program ini," ujarnya. (dna/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed