Siemens Tertarik Proyek Pembangkit Listrik di Daerah Terpencil RI

Siemens Tertarik Proyek Pembangkit Listrik di Daerah Terpencil RI

Yulida Medistiara - detikFinance
Rabu, 22 Mar 2017 14:10 WIB
Siemens Tertarik Proyek Pembangkit Listrik di Daerah Terpencil RI
Foto: Yulida Medistiara-detikFinance
Jakarta - CEO PT Siemens Indonesia, Josef Winter, bersama rombongan hari ini menyambangi kantor Kemenko Perekonomian. Kedatangannya untuk membicarakan beberapa proyek investasi Siemens di Indonesia, salah satunya pembangunan pembangkit listrik di daerah terpencil.

"Kita sangat tertarik dengan project pembangkit listrik, contoh small power plant untuk remote area. Kita bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk membantu mereka karena kita memiliki teknologi tinggi," ujar Josef, di Kemenko Perekonomian, Rabu (22/3/2017).

Nantinya pembangunan small power plant tersebut juga menggunakan kandungan lokal. Ia mengatakan saat ini Siemens Indonesia memiliki 3 pabrik yang ada di Cilegon dan Pulomas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, saat ini Siemens sangat mendukung program kelistrikan Indonesia dengan menggandeng perusahaan lokal di Indonesia. Ia mengatakan selama 20 tahun terakhir Siemens sudah berinvestasi sekitar US$ 200 juta di Indonesia.

Kini dia telah menjajaki untuk bekerja sama dengan beberapa perusahaan BUMN untuk beberapa proyek pembangkit listrik selanjutnya.

"Contohnya mobile power plan kita udah diskusikan dengan PT Barata, PT Pindad, dan PT PAL untuk mendukung proses kandungan lokal untuk pembangkit listrik," ujarnya.

Respons pemerintah menurutnya sangat mendukung rencana tersebut untuk mempercepat elektrifikasi RI.

"Sangat positif dan banyak support, dan kita mau membuat ini mempercepat karena Indonesia butuh energi dan membutuhkan kapasitas lebih untuk industri, dan kita prepare to support," kata Josef.

Selain itu, ia mengatakan diskusi tersebut juga membahas soal vokasi, siswa smk bisa mendapatkan training dari industri. Hal itu karena di Jerman telah melaksanakannya terlebih dulu.

"Kita diskusi vocational training dan mendukung inisiatif dari pemerintah Indonesia untuk pendidikan training karena ini sangat penting, di Jerman punya pengalaman yang positif kita mau transfer," ujarnya. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads