Follow detikFinance
Kamis 30 Mar 2017, 17:15 WIB

Jokowi Ingin Kembangkan Industri Pengolahan di Kepulauan Riau

Hendra Kusuma - detikFinance
Jokowi Ingin Kembangkan Industri Pengolahan di Kepulauan Riau Foto: Facebook Presiden Joko Widodo
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore ini mengumpulkan jajaran menteri kabinet kerja untuk melakukan rapat terbatas (ratas) mengenai evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Kepulauan Riau dan Percepatan Pembangunan Batam.

Turut Hadir pada ratas tersebut, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong.

"Rapat terbatas akan membahas mengenai evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Provinsi Kepulauan Riau. Dan lebih khusus lagi mengenai perbaikan pembangunan di Batam," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Jokowi mengaku berdasarkan data yang diterimanya, pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau pada 2016 mencapai 5,03% dan lebih banyak ditopang oleh sektor industri pengolahan sektor pertambangan, sektor konstruksi dan sektor perdagangan.

"Ini artinya perekonomian di Kepulauan Riau telah mengalami transformasi ke industri pengolahan, dan sektor industri pengolahan bukan saja berperan sebagai mesin penggerak ekonomi tapi juga mampu menyerap banyak tenaga kerja," tambahnya.

Jokowi menyebutkan, melihat pergerakan perekonomian di Kepulauan Riau, maka perlu pengembangan sektor industri pengolahan. Di mana, antara pusat dan daerah sama-sama memberikan perhatian apalagi sektor tersebut tengah terjadi fluktuasi yang berdampak pada tingkat pengangguran. Menurut Jokowi, presentase pengangguran terbuka di Kepulauan Riau masih tinggi dengan 7,69%.

Diyakini, dengan kerja keras dan lebih fokus pada pengembangan yang ditetapkan, maka perekonomian di Kepulauan Riau akan bergerak lebih cepat serta membuka lapangan kerja lebih banyak lagi.

Fokus yang harus dilakukan pemerintah adalah dalam mengembangkan setiap gugus pulau yang besar di Kepulauan Riau, seperti Anambas, Natuna, Lingga Karimun, Bintan, Batam, Tanjung Pinang, yang menjadi sentra industri baru dan memiliki potensi pariwisata.

Seperti pada Kepulauan Natuna, pemerintah akan fokus pada sentra industri kelautan dan perikanan, serta sentra industri gas, serta industri manufaktur. Pengembangan industri ini, kata Jokowi harus dilakukan secara integrasi dan terpadu dari hulu hingga hilir, baik dari gubernur, wali kota, hingga BP Batam.

"Kita inginkan Batam semakin mampu bersaing. Saya kira perlu dikelola di-manage lebih profesional lagi sehingga betul-betul apa yang kita harapkan dapat menjadi sebuah kawasan ekonomi yang benar-benar bisa kita kembangkan terutama untuk sentra sentra industri," ungkapnya.

Mengenai Batam, Jokowi mengakui, wilayah tersebut memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun, dalam memanfaatkan potensi tersebut harus diimbangi dengan kecepatan pelayanan.

"Ini mungkin pada sore hari ini komplit ada kepala BPN dan juga menteri-menteri yang lainnya saya harapkan problem-problem yang ada di sampaikan saja secara terbuka oleh Gubernur dan wali kota memukul kepala BP Batam sehingga solusinya cepat kita putuskan," tandasnya. (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed