Follow detikFinance
Jumat 31 Mar 2017, 14:35 WIB

Janji Manis Apple ke RI, Bikin Toko Resmi Hingga Pusat Riset

Michael Agustinus - detikFinance
Janji Manis Apple ke RI, Bikin Toko Resmi Hingga Pusat Riset Foto: detikINET/afr
Jakarta - Apple Inc berencana membangun pusat penelitian dan pengembangan di Indonesia yang diberi nama Apple Innovation Center. Investasi yang disiapkan Apple konon mencapai US$ 44 juta atau sekitar Rp 585 miliar (dengan asumsi kurs dolar Rp 13.300).

Pembangunan pusat penelitian dan pengembangan Apple di Indonesia ini dalam rangka meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pada produk Apple. Apple Inovation Center dibangun di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Banten. Pada September 2017, pusat inovasi ini akan mulai merekrut sekitar 400 orang.

Sebelum mencuat kabar ini, Apple sudah beberapa kali menyatakan janji-janji manis investasi untuk Indonesia. Mulai dari bikin toko resmi, membuka kantor, hingga menggandeng Foxconn. Berikut janji-janji Apple sebagaimana dirangkum detikFinance:

1. Siapkan Rp 28 Miliar untuk Buka Toko Resmi di Indonesia

Pada 2013, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri mengatakan, Apple berminat untuk membangun toko di Indonesia karena saat ini, Apple hanya memiliki 3 toko resmi di Asia yaitu di Shanghai, Hong Kong dan Tokyo.

Nilai investasi dari penanaman modal ini diperkirakan mencapai US$ 3 juta atau sekitar Rp 28 miliar. Penjual produk Apple resmi yang ada di Indonesia hanyalah berbentuk authorized distributor (distributor resmi).

"Apple itu tokonya di Asia hanya ada 3: Shanghai, Hong Kong, Tokyo. Sekarang mereka lihat, sudah masukin dan sudah di-approve. Masih tahap awal tapi sudah lebih komit daripada hanya ngobrol-ngobrol," ujarnya.

Namun setelah 4 tahun berlalu, sampai sekarang tak ada Toko Resmi Apple di Indonesia.

Baca juga: Apple Siapkan Rp 28 Miliar untuk Buka Toko Resmi di Indonesia

2. Buka Kantor di Indonesia

Hadirnya kantor Apple di Indonesia tentunya akan membuka lowongan pekerjaan. Pada Mei 2014, Apple membuka lowongan untuk ditempatkan di Jakarta. Posisi yang kosong adalah HR Business Partner.

Dalam keterangan lowongan pekerjaan yang diposting Apple di LinkedIn, para kandidat ditantang untuk dapat menjalin kolaborasi dengan tim Apple lainnya untuk berbisnis di Indonesia. Termasuk untuk dapat membuat strategi bisnis yang sinergis dan mengembangkan pedoman human resource yang profesional serta mampu mendukung internal clien group.

Kantor Apple yang bertempat di area perkantoran elit WTC II Sudirman, Jakarta. Namun ketika detik.com menyambangi, masih sulit untuk mencari karyawan Apple untuk bisa menggali informasi yang lebih dalam lagi. "Harus bikin janji dulu," kata resepsionis di depan.

Sayangnya, kepada siapa harus bikin janji juga tak semudah yang dibayangkan. Ya, seperti biasa, Apple sepertinya masih tertutup.

Baca juga: Buka Kantor di Indonesia, Apple Mulai Rekrut Pegawai

3. Gandeng Foxconn Bikin Pusat Riset

Apple disebut akan menggandeng Foxconn untuk membangun dua pusat riset dan pengembangannya, yang akan berlokasi di Shenzhen, China dan Indonesia. Kabarnya akan dibangun berdasarkan kerja sama dengan Foxconn. Foxconn sendiri saat ini memang sudah hadir di Indonesia, yang bekerja sama dengan Luna Indonesia untuk memproduksi smartphone Luna di pabrik yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah.

Seperti diketahui, untuk memenuhi regulasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk ponsel 4G, Apple kabarnya siap membangun pusat riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia. TKDN ini sendiri menjadi persyaratan wajib untuk semua vendor yang mau memasarkan perangkatnya di Indonesia.

Namun Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, sempat menjelaskan bahwa Apple masih dalam proses mengurus perizinan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk rencana investasi US$ 48 juta atau sekitar Rp 626 miliar demi memenuhi TKDN software.

Investasi yang dikeluarkan oleh Apple, menurut Putu, sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. 65/2016 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handheld), dan Komputer Tablet.

Baca juga: Bikin Pusat Riset di Indonesia, Apple Gandeng Foxconn? (mca/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed