Apple menargetkan ada 400 tenaga kerja yang terserap atas terbangunnya pusat inovasi ini. Nantinya pusat inovasi ini akan membuat software, aplikasi, hingga produk kreatif lainnya sehingga membutuhkan tenaga kerja yang berkompetensi.
Oleh karena itu, Apple akan membuka kelas pelatihan untuk mendidik SDM Indonesia agar sesuai dengan kompetensi Apple. Saat ini, Apple telah menggandeng beberapa universitas di kawasan tersebut, pada tahap pertama Apple bekerja sama dengan Universitas Bina Nusantara (Binus) untuk diberikan pelatihan SDM tentang pengembangan software Apple.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mei itu istilahnya dia kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, seperti Binus," kata Direktur Industri Elektronika dan Telematika, Kementerian Perindustrian, Achmad Rodjih Almanshoer, kepada detikFinance, Jumat (31/3/2017).
Ia mengatakan, Apple mau mempersiapkan SDM Indonesia untuk mampu berkualifikasi dan memiiki sertifikasi Apple. Jika peserta yang lulus pelatihan sesuai dengan persyaratan Apple, maka ada kemungkinan menjadi pegawai.
"Empat ratus mahasiswa bisa direkrut, ikut pelatihan, jadi entrepreneurship juga tapi juga bisa kalau memang qualified daftar ke Apple, tapi minimal punya sertifikat qualified Apple," ungkapnya.
"Sebenarnya dia mau mempersiapkan SDM Indonesia mampu mempunyai kualifikasi sertifikasinya Apple, kalau kita kan banyak juga diklat-diklat itu, ini kan internasional. Jadi dia mempersiapkan SDM di Indonesia yang terakreditasi, kualitasnya memenuhi persyaratan Apple, kalau Apple kan standarnya tinggi. Tamatan dari sertifikasi ini akan memiliki kualifikasi yang sesuai dipersyaratkan Apple," imbuhnya.
Ia mengatakan peserta yang mengetahui pelatihan memiliki pengetahuan di bidang IT. Jika kelas pelatihan ini akan dimulai mulai Mei, maka pada September ditargetkan Apple Innovation Center sudah mulai beroperasi.
"September akan launching pusat inovasinya," ujarnya. (ang/ang)











































