Follow detikFinance
Rabu 12 Apr 2017, 13:50 WIB

Pemerintah Bentuk Tim Khusus Awasi Penggunaan Komponen Lokal

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Pemerintah Bentuk Tim Khusus Awasi Penggunaan Komponen Lokal Ilustrasi (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Pemerintah akan membuat satu tim khusus untuk mengawasi penggunaan komponen lokal atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Pembentukan tim ini dilakukan karena sering ditemui penerapan TKDN di bawah persentase yang telah ditetapkan sekitar 30%.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengungkapkan, tim ini akan mengawasi dan membuat perencanaan dalam mengalokasikan komponen lokal untuk industri dalam negeri maupun untuk belanja pemerintah.

"Tadi dibahas satu tim yang akan memungkinkan perencanaan yang lebih transparan untuk belanja-belanja pemerintah. Terutama BUMN supaya industri dalam negeri yang digerakkan," ujar Putu di Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2017).

Putu menambahkan, dengan dibentuknya tim ini diharapkan industri dalam negeri yang memproduksi berbagai komponen bisa menjadi raja di negerinya sendiri. Pasalnya, selama ini seringkali komponen produksi diimpor dari negara lain.

"Supaya jangan sampai kita punya belanja tapi yang diuntungkan adalah asing, padahal itu barang-barang yang bisa diproduksi di sini. Tapi karena kebutuhan mendadak seringkali ambil dari luar," ujar Putu.

Untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal di dalam negeri, tim yang terdiri dari lintas kementerian ini akan membuat perencanaan untuk penggunaan komponen lokal. Pasalnya seringkali kebutuhan komponen diminta secara mendadak sehingga industri dalam negeri sulit memenuhi apalagi dalam jumlah yang banyak.

"Caranya bikin perencanaan yang baik dan benar, perencanaan aja. Sekarang kalau dimintanya mendadak akhirnya cost dalam negeri jadi mahal," tutur Putu. (dna/dna)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed